Qadariyyah, Tazkia Aulia (2025) الصراع الداخلي للشخصيية الرئيسية في فيلم ألهية 2053 (دراسة في علم النفس الأدبي عند سيغموند فرويد). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BSA_211360104_Cover.pdf Download (308kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360104_Lampiran Depan.pdf Download (758kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360104_BAB I.pdf Download (419kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360104_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (438kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360104_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (398kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360104_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (541kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360104_BAB V.pdf Download (244kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360104_Daftar Pustaka.pdf Download (379kB) |
Abstrak
Film Alephia 2053 karya Jurj Abu Mahya merupakan karya fiksi ilmiah Arab yang sarat dengan pesan sosial dan politik tentang kebebasan, perlawanan terhadap tirani, serta pergulatan batin manusia di bawah sistem yang menindas. Film ini menjadi objek penelitian karena menggambarkan realitas psikologis tokoh-tokohnya, terutama Majd dan Sumaya, yang mengalami pertentangan antara loyalitas terhadap kekuasaan dan dorongan moral untuk mencari kebenaran. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud untuk mengungkap bentuk dan penyebab konflik batin yang dialami tokoh utama. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua hal utama, yaitu: (1) bagaimana bentuk konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam film Alephia 2053 berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya pada konsep id, ego dan superego; dan (2) apa saja penyebab konflik batin berdasarkan teori kepribadian Sigmund Freud. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dinamika psikologis tokoh utama dalam menghadapi tekanan sosial dan moral, serta menafsirkan bagaimana unsur id, ego, dan superego bekerja dalam membentuk perilaku dan keputusan tokoh-tokoh tersebut. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sastra modern Arab melalui pendekatan psikologi sastra, khususnya penerapan teori psikoanalisis Freud dalam karya sinematik. Secara praktis, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana konflik batin mencerminkan kondisi sosial-politik masyarakat Arab kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin dalam film ini muncul dari pertentangan antara keinginan pribadi, tekanan sosial, dan nilai moral. Majd mengalami krisis identitas dan moral akibat kebohongan sistem yang selama ini ia bela, sedangkan Sumaya terjebak dalam dilema antara cinta, kehormatan, dan kebebasan diri. Ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego menyebabkan keduanya mengalami tekanan emosional yang mendalam. Dengan demikian, film Alephia 2053 tidak hanya merepresentasikan perjuangan melawan rezim otoriter, tetapi juga melukiskan perjuangan manusia melawan dirinya sendiri dalam mencari makna kebenaran dan kebebasan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Konflik Batin, Psikoanalisis, Sigmund Freud, Alephia 2053, Film Arab, Jurj Abu Mahya. |
| Subjek: | 800 Sastra, Retorika & Kritik > 890 lainnya literatur > 892 Afro-Asiatic literatures; Semitic literatures |
| Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Adab > Bahasa dan Sastra Arab |
| User Penyetor: | S.Hum Prihantini Noor Akmalia |
| Tanggal Disetorkan: | 20 Mei 2026 03:57 |
| Perubahan Terakhir: | 20 Mei 2026 08:33 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18630 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
