Fuadi, Ahmad Hafid (2025) Komunikasi Visual Warung Madura dalam Membangun Brand Image dengan Masyarakat Desa Cisereh Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_KPI_201510105_Cover.pdf Download (43kB) |
|
|
Teks
S_KPI_201510105_Lampiran Depan.pdf Download (5MB) |
|
|
Teks
S_KPI_201510105_Bab I.pdf Download (403kB) |
|
|
Teks
S_KPI_201510105_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (337kB) |
|
|
Teks
S_KPI_201510105_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (296kB) |
|
|
Teks
S_KPI_201510105_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (520kB) |
|
|
Teks
S_KPI_201510105_Bab V.pdf Download (150kB) |
|
|
Teks
S_KPI_201510105_Daftar Pustaka.pdf Download (122kB) |
Abstrak
Komunikasi visual ialah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual yang merupakan pengolahan maklumat-maklumat tertentu untuk tujuan komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau kelompok lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempertimbangkan komunikasi visual yang diterapkan oleh Warug Madura dalam membangun citra merek di antara orang -orang di desa Cisereh di Kabupaten Tangerang. Warung Madura terkenal karena kebutuhan yang lengkap untuk kesehariannya dan beroperasi 24 jam setiap harinya. Namun, strategi komunikasi yang efektif diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan citra merek komunitas Anda di tengah -tengah persaingan bisnis kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik perekaman data observasional dalam wawancara dengan masyarakat dan pemilik warung dan dokumen yang stabil. Penelitian ini dimulai pada bulan September hingga Maret 2025. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Warung Madura menerapkan metode komunikasi yang lebih santai namun intensif, termasuk pendekatan pribadi terhadap pelanggan, layanan yang ramah, serta penggunaan promosi dari mulut ke mulut. Citra Merek Warung Madura cenderung memiliki jam operasional yang lebih panjang dibandingkan dengan toko di Batak dan komunitas lokal lainnya. Perbedaan yang paling mencolok antara Warung Madura dan warung lainnya adalah durasi operasionalnya. Saat ini, tidak ada batasan mengenai rentang waktu yang bisa digunakan oleh orang untuk beraktivitas. Banyak orang yang bekerja, menyelesaikan tugas rumah tangga, atau sengaja bangun hingga larut malam, sehingga Warung Madura siap melayani mereka yang membutuhkan berbagai keperluan di tengah malam, seperti makanan instan, rokok, kopi, dan lainnya. Kondisi ini berbeda untuk warung sembako Batak, Sunda, dan lainnya yang umumnya tutup pada pukul sebelas malam. Selain itu, keberlangsungan layanan selama dua puluh empat jam serta stabilitas harga dan ketersediaan produk menjadi elemen krusial dalam membangun kepercayaan dan citra positif di mata masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang didasarkan pada interaksi sosial dan kedekatan emosional berperan penting dalam pembentukan citra merek di lingkungan pedesaan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Komunikasi visual, visual, brand image, warung madura, masyarakat desa |
| Subjek: | 300 Ilmu-ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi > 302.23 Media Komunikasi, Media Massa |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 26 Feb 2026 07:06 |
| Perubahan Terakhir: | 26 Feb 2026 07:06 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18294 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
