DINAMIKA KARAKTER ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (Studi Kasus di Sekolah Khusus Al-Khairiyah Citangkil Cilegon)

Rohmah, Baitur (2015) DINAMIKA KARAKTER ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (Studi Kasus di Sekolah Khusus Al-Khairiyah Citangkil Cilegon). Diploma atau S1 thesis, IAIN SMH Banten.

[img] Teks
cover.docx

Download (92kB)
[img] Teks
SKRIPSI I-V.docx

Download (170kB)
[img] Teks
DAFTAR PUSTAKA.docx

Download (18kB)
[img] Teks
LAMPIRAN DEPAN.docx

Download (49kB)
[img] Teks
PEDOMAN WAWANCARA.docx

Download (24kB)

Abstrak

Masa-masa sulit yang di hadapi oleh orang tua adalah menanti diagnosis tentang disabilitas anaknya. Setelah hasil diagnosis yang menyatakan anaknya mempunyai kelainan, orang tua bingung dan cemas atas situasi dan kondisi perkembangan anaknya yang berkelainan pada saat ini dan masa datang. Orang tua mengalami shock, lalu diikuti dengan berbagai sikap seperti cemas, merasa bersalah, menjadi persoalan, bingung, tidak punya harapan, marah, tidak berdaya, atau menolak, limbung, tidak tahu harus berbuat apa, menyalahkan diri sendiri, marah pada diri sendiri, bahkan kepada anaknya yang berkelainan dan bertanya-tanya pada Tuhan kenapa terjadi kepada dirinya. Hal ini dialami oleh para orang tua yang anaknya bersekolah di Skh Al-Khairiyah Citangkil-Cilegon. Dari latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana dinamika karakter orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus?, 2) Apa perbedaan karakter orang tua yang menerima sepenuhnya dengan yang setengah hati terhadap kondisi anaknya?. Jenis penelitian yang digunakan dalam menyusun skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu datanya diambil langsung dari lokasi penelitian. Dengan metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Dinamika karakter orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus terdapat adanya perubahan karakter orang tua dari cenderung negatif kearah positif yang meliputi : kaget berubah menjadi perhatian, marah berubah menjadi rasa sayang, malu berubah menjadi sabar, kecewa berubah menjadi ikhlas dan sedih berubah menjadi bersyukur. 2) Adapun orang tua yang menerima dengan sepenuhnya memiliki karakter sabar, syukur dan ikhlas. Bentuk orang tua dalam menerima kondisi anak sepenuhnya dengan cara orang tua merawat dan menjaga anaknya tanpa mengeluh, tidak suka memarahi dan lebih memperhatikan anaknya. Sedangkan yang menerima dengan setengah hati beberapa orang tua masih memiliki rasa malu dan sedih terhadap kondisi anak disebabkan keadaan lingkungan belum bisa menerima keberadaan anak dengan menyandang berkebutuhan khusus. Pada awalnya orang tua memiliki karakter marah, malu dan kecewa, dengan seiring berjalannya waktu yang tidak singkat orang tua berubah menuju kearah positif dan mampu menerima kondisi anaknya, namun tidak sepenuhnya menerima. Bentuk orang tua dalam menerima kondisi anak setengah hati dengan cara ketika anaknya memlakukan sesuatu yang

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Psikologi Keluarga, Psikologi Anak, psikologi Orng Tua
Subjek: 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi
100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 153 Mental proses & kecerdasan
Divisi: Fakultas Ushuluddin, Dakwah Dan Adab > Bimbingan Dan Konseling Islam
User Penyetor: S.IPI Tsulatsiah Andi
Tanggal Disetorkan: 02 Mar 2017 07:24
Perubahan Terakhir: 06 Mar 2017 02:49
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/86

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.