Meidayanti, Meidayanti (2025) Penerapaan Konseling Gestalt Menggunakan Teknik Kursi Kosong pada Emosi Remaja. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340029_COVER.pdf Download (172kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340029_LAMPIRAN DEPAN.pdf Download (512kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340029_BAB I.pdf Download (256kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340029_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (471kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340029_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (201kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340029_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (236kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340029_BAB V.pdf Download (124kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340029_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (122kB) |
Abstrak
Remaja merupakan fase perkembangan yang penuh tantangan, dimana salah satu masalah yang sering muncul adalah emosi marah yang sulit dikendalikan dan dapat berdampak negatif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.Penelitian ini bertujuan untuk membantu remaja dalam mengelola emosi marah melalui penerapan konseling Gestalt dengan teknik kursi kosong, serta melihat perubahan perilaku dan kesadaran emosi setelah diberikan layanan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana gambaran emosi marah yang dialami remaja, (2) bagaimana proses penerapan konseling Gestalt dengan teknik kursi kosong dalam membantu remaja mengelola emosi marah, dan (3) bagaimana hasil perubahan yang terjadi setelah mengikuti layanan konseling tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran kemarahan remaja, menjelaskan proses penerapan teknik kursi kosong, serta menganalisis hasil perubahan emosi dan perilaku remaja setelah diberikan layanan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tiga remaja di Kampung Babakan Encle yang mengalami masalah kemarahan berupa mudah tersinggung, temperamental, dan kesulitan berkomunikasi dengan orang tua. Melalui konseling Gestalt menggunakan teknik kursi kosong, konselor membantu klien menyadari emosi yang dirasakan, mengekspresikan kemarahan secara tepat, dan bertanggung jawab atas emosinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti layanan, remaja mengalami perubahan positif berupa meningkatnya kesadaran terhadap emosi, kemampuan mengendalikan kemarahan, serta perbaikan komunikasi dan hubungan dengan orang tua.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Konseling Gestalt, Teknik Kursi Kosong, Emosi Marah, Remaja, Orang Tua. |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 158 Terapan Psikologi > 158.3 Psikologi Konseling, Penyuluhan, Pemberian Nasehat dan Wawancara |
| Divisi: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling Pendidikan Islam |
| User Penyetor: | S.E. Amelia Nurazizah Wijaya |
| Tanggal Disetorkan: | 02 Jun 2026 07:02 |
| Perubahan Terakhir: | 02 Jun 2026 07:02 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18679 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
