Debus: Menjaga Kelestarian Budaya Lokal, Studi di Prisen Kiara Walantaka.

Adelia, Adelia (2025) Debus: Menjaga Kelestarian Budaya Lokal, Studi di Prisen Kiara Walantaka. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_SP_201350087_COVER.pdf

Download (118kB)
[img] Teks
S_SP_201350087_LAMPIRAN DEPAN.pdf

Download (809kB)
[img] Teks
S_SP_201350087_BAB I.pdf

Download (255kB)
[img] Teks
S_SP_201350087_BAB II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (454kB)
[img] Teks
S_SP_201350087_BAB III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (604kB)
[img] Teks
S_SP_201350087_BAB IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (320kB)
[img] Teks
S_SP_201350087_BAB V.pdf

Download (10kB)
[img] Teks
S_SP_201350087_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (603kB)

Abstrak

Debus merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Banten yang menggabungkan unsur spiritualitas Islam, kekuatan magis, serta nilai-nilai budaya lokal. Kesenian ini dikenal dengan atraksi ekstrem seperti menyayat tubuh dengan senjata tajam, membakar diri, memakan kaca, hingga berjalan di atas bara api. Filosofi yang mendasari Debus adalah keyakinan bahwa kekuatan hanya datang dari Allah, sebagaimana diyakini dalam tarekat Rifa’iyah. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, eksistensi Debus mulai mengalami penurunan, terutama akibat menurunnya minat generasi muda terhadap tradisi lokal. Kondisi ini mendorong perlunya upaya pelestarian agar Debus tetap menjadi bagian dari warisan budaya Banten. Penelitian ini dilakukan di Kampung Prisen, Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka, yang masih aktif melestarikan Debus melalui padepokan dan komunitas seni tradisional. Berdasarkan latar belakang tersebut, dirumuskan tiga permasalahan utama dalam penelitian ini, yaitu: (1) bagaimana pengertian Debus menurut masyarakat Prisen-Walantaka; (2) bagaimana asal-usul permainan Debus di wilayah tersebut; dan (3) bagaimana bentuk pelestarian Debus yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan secara mendalam ketiga aspek tersebut sebagai bagian dari upaya dokumentasi dan penguatan identitas budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kebudayaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memahami peran Debus dalam konteks sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debus masih memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Kampung Prisen, terutama sebagai sarana pelatihan spiritual dan simbol identitas kultural. Pelestariannya dilakukan melalui latihan rutin di padepokan, peran aktif tokoh adat, serta pengenalan Debus kepada generasi muda melalui pertunjukan dan pembinaan seni. Dengan demikian, meskipun tantangan modernisasi terus hadir, masyarakat Prisen-Walantaka berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan Debus sebagai kesenian religius magis yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan spiritualitas Islam. Kata Kunci: Debus, Budaya Lokal, Pelestarian, Banten.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Debus, Budaya Lokal, Pelestarian, Banten.
Subjek: 900 Sejarah > 902 Aneka Ragam Sejarah
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Sejarah Peradaban Islam
User Penyetor: S.E. Amelia Nurazizah Wijaya
Tanggal Disetorkan: 29 Apr 2026 03:42
Perubahan Terakhir: 29 Apr 2026 03:56
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18557

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.