Nisa, Farizatun (2025) Hubungan Dukungan Orang Tua terhadap Resiliensi Korban Kekerasan Seksual. Diploma atau S1 thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_201520127_Cover.pdf Download (191kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520127_Lampiran Depan.pdf Download (751kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520127_Bab I.pdf Download (312kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520127_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (436kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520127_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (684kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520127_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (393kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520127_Bab V.pdf Download (88kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520127_Daftar Pustaka.pdf Download (178kB) |
Abstrak
Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak akan meninggalkan berbagai macam permasalahan baik fisik maupun psikis yang berpengaruh terhadap resiliensi korban, sehingga korban akan dikuasai oleh masa sulit yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental serta interaksi sosial dirinya. Resiliensi merupakan pembangkitan seseorang dari masa yang sulit atau dengan kata lain resiliensi merupakan pondasi yang terdapat dalam diri setiap individu. Upaya peningkatan terhadap resiliensi diperlukan dukungan yang bersifat internal serta eksternal. Dukungan internal yaitu berasal dari dalam diri korban, dukungan internal bisa menggerakkan diri korban ditengah kecemasan yang mereka hadapi. Korban kekerasan seksual membutuhkan kemampuan untuk bertahan, tetap stabil, dan membentuk dirinya untuk bisa beradaptasi di tengah tekanan dan tuntutan yang dialaminya. Kemampuan ini disebut dengan resiliensi yang merupakan proses adaptasi seseorang dengan baik dalam menghadapi kesulitan, ancaman, tragedi, trauma, dan sumber stress yang signifikan. Resiliensi merupakan kompetensi yang paling tepat dalam menyikapi beratnya tantangan hidup. Resiliensi individu juga dapat mempengaruhi keberhasilan mereka dalam beradaptasi dengan situasi stres dan tantangan, serta membantu individu untuk memecahkan masalah dan mencegah kerentanan masa depan. Sedangkan dukungan eksternal berasal dari dukungan sosial salah satunya dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua terhadap resiliensi korban kekerasan seksual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk korelasional. Pengukuran menggunakan instrumen penelitian dukungan orang tua dan skala resiliensi dengan jumlah populasi sebanyak 137 orang dan jumlah sampel sebanyak 35 orang yang merupakan korban kekerasan seksual di Kabupaten Pandeglang. Adapun arah hubungan memiliki arah hubungan positif antara dukungan orang tua dan resiliensi. Memiliki interpretasi bahwa jika variabel dukungan orang tua tinggi maka resiliensi juga akan tinggi, dan sebaliknya apabila variabel dukungan orang tua rendah maka resiliensi akan rendah. Berdasarkan nilai koefisien korelasi (rhitung) antara dukungan orang tua dengan resiliensi didapatkan hasil sebesar 0,544. Hal ini menunjukan bahwa adanya tingkat hubungan yang yang cukup berarti. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan bahwa nilai signifikansinya adalah 0,000 0,000 yang berarti < 0,005, jadi variabel X (dukungan orang tua) memiliki hubungan terhadap variabel Y (Resiliensi) maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Dukungan orang tua, resiliensi, kekerasan seksual |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 155 Differential & psikologi perkembangan |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 14 Apr 2026 03:05 |
| Perubahan Terakhir: | 14 Apr 2026 03:05 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18486 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
