Laurenza, Audesty Anggraeny (2025) Penerapan Layanan Informasi Terkait Pola Asuh Islam dalam Membentuk Self Boundaries pada Remaja di Keluarga Muslim Perkotaan Kec. Pagedangan, Tangerang. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340010_Cover.pdf Download (552kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340010_Lampiran Depan.pdf Download (2MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340010_Bab I.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340010_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (3MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340010_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340010_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (4MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340010_Bab V.pdf Download (412kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340010_Daftar Pustaka.pdf Download (449kB) |
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah adanya tantangan kompleks yang dihadapi remaja Muslim perkotaan, seperti tekanan sosial, paparan media digital, dan pergeseran nilai-nilai tradisional, yang seringkali menyebabkan minimnya pemahaman orang tua mengenai pola asuh Islami yang sistematis dan konsep batasan diri. Orang tua di perkotaan seringkali terlalu sibuk dan kurang terlibat dalam kehidupan remaja, sehingga remaja rentan terhadap pengaruh negatif dan kesulitan dalam menetapkan batasan diri yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana penerapan layanan informasi terkait pola asuh Islam dapat berkontribusi dalam membentuk self boundaries (batasan diri) pada remaja di keluarga Muslim perkotaan, khususnya di Kecamatan Pagedangan, Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis action research, yang melibatkan siklus tindakan berupa dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah lima orang tua Muslim di Perumahan Bumi Puspitek Asri, Kecamatan Pagedangan, Tangerang, yang memiliki anak remaja (usia 13-18 tahun). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan lembar refleksi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan 1) sebagian besar orang tua memiliki pemahaman terbatas mengenai pola asuh Islam secara sistematis, lebih banyak berdasarkan kebiasaan dan pengalaman pribadi. Konsep self boundaries juga belum dipahami secara utuh, meskipun mereka menyadari pentingnya membimbing anak dari pengaruh negatif. 2) Layanan informasi dilaksanakan melalui dua pertemuan dengan metode ceramah interaktif, studi kasus, dan diskusi, didukung media seperti handout dan presentasi PowerPoint. Materi mencakup prinsip dasar pola asuh Islam (kasih sayang, keteladanan, nasihat, pembiasaan) dan jenis-jenis self boundaries (fisik, emosional, seksual, moral, waktu, material). 3) Layanan ini berhasil meningkatkan pemahaman orang tua, mendorong refleksi diri, dan menumbuhkan komitmen untuk menerapkan pola asuh Islami yang lebih konsisten. Orang tua mulai menyadari pentingnya menjadi teladan, berkomunikasi terbuka, dan membimbing anak dalam menetapkan batasan diri sesuai nilai Islam.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pola asuh Islam, layanan informasi, self boundaries, remaja, keluarga muslim perkotaan |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 155 Differential & psikologi perkembangan > 155.5 Psikologi Remaja |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 09 Des 2025 08:36 |
| Perubahan Terakhir: | 09 Des 2025 08:36 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17857 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
