Sabila, Ardelia Nur (2025) Pengaruh Pelindian pada Limbah Aluminium dan Kaolin untuk Sintesis Mullite. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_FIS_211720019_Cover.pdf Download (190kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720019_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720019_Bab I.pdf Download (294kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720019_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (589kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720019_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (959kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720019_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720019_Bab V.pdf Download (421kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720019_Daftar Pustaka.pdf Download (293kB) |
Abstrak
Mullite merupakan mineral langka yang pertama kali ditemukan di Pulau Mull, Skotlandia. Karena jarang ditemukan di alam, mullite biasanya dibuat dari bahan kimia atau bahan alami. Mullite dikenal memiliki sifat unggul seperti tahan suhu tinggi, densitas rendah, dan kekuatan mekanik tinggi, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai material suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelindian terhadap pembentukan mullite menggunakan limbah aluminium dan kaolin. Proses pelindian dilakukan untuk mengurangi pengotor dan menyesuaikan rasio Al₂O₃: SiO₂ agar mendekati komposisi ideal mullite (3Al₂O₃·2SiO₂). Limbah aluminium dilindi menggunakan asam sulfat (H2SO4) 1,6 M, kemudian disesuaikan pH-nya dengan penambahan NaOH 5 N hingga mencapai pH 5. Kaolin dilindi menggunakan asam oksalat 0,5 M. Setelah proses pelindian, kedua bahan dicampur berdasarkan rasio stoikiometri mullite 3:2 menggunakan shaker milling, lalu dicetak menggunakan dry pressing dengan tekanan 4,5 ton, dan disinter pada suhu 1300 °C. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa senyawa utama untuk pembentukan mullite pada limbah aluminium yaitu Al2O3 turun setelah pelindian dari 70,00% menjadi 62,27% dan SiO2 turun dari 10,00% menjadi 4,29%. Pada kaolin, senyawa utama SiO2 naik setelah pelindian dari 48,64% menjadi 49,55% dan melarutkan sebagian Al2O3, sehingga membantu menyeimbangkan rasio Al2O3.SiO2 untuk pembentukan mullite. Hasil XRD mengonfirmasi bahwa mullite terbentuk pada seluruh variasi, dengan fasa mullite dominan terlihat pada sampel pencampuran limbah aluminium terlindi dan kaolin dengan fasa mullite 83,3%. Morfologi SEM menunjukkan struktur kristal mullite berbentuk jarum yang saling bertautan dan tersusun rapat pada sampel limbah aluminium dan kaolin terlindi. Uji densitas juga menunjukkan bahwa sampel dengan limbah aluminium dan kaolin terlindi menghasilkan mullite dengan densitas 2,84 g/cm3 yang lebih padat dan stabil, dengan nilai porositas yang lebih rendah 7,90%.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pelindian, limbah aluminium, kaolin, mullite |
| Subjek: | 600 Teknologi > 660 Teknik kimia > 666 Keramik & bersekutu teknologi |
| Divisi: | Fakultas Saintek > Fisika |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 08 Des 2025 02:13 |
| Perubahan Terakhir: | 08 Des 2025 02:13 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17822 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
