TRADISI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MAGIC, MANTRA, DAN TABOO DALAM BUDAYA BANTEN

Dr. Ayatullah Humaeni, MA, Dr. Ayatullah Humaeni, MA (2015) TRADISI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MAGIC, MANTRA, DAN TABOO DALAM BUDAYA BANTEN. Laboratorium Bantenologi IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang - Banten. ISBN 978-602-6671-10-3

[img]
Pra Tinjau
Teks
Kepercayaan terhadap Magic.pdf

Download (1MB) | Pra Tinjau

Abstrak

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi dan kepercayaan terhadapap magic, mantra dan taboo dalam Banten. Bagaimanatradisidankepercayaanterhadap magic, mantra dan taboo yang adapadabudayamasyarakatBanten yang hinggasaatinimasihsurvive dan masih ditradisikan dari generasi ke generasi menjadi salah satu fokus penelitian ini, disamping juga akan mencoba menganalisa peran, makna dan fungsi dari ketiganya bagi masyarakat Banten. Magic, mantra, dan taboo atau pantangan merupakan suatu hal yang hampir selalu ada dalam setiap budaya masyarakat di manapun, terutama budaya masyarakat primitif. Berbagai penelitian, terutama yang dilakukan oleh orang-orang Barat, menunjukan betapa magic, mantra, dan taboo-taboo (pantangan-pantangan) hampir selalu muncul dalam berbagai aktifitas social keagamaan masyarakat. Dalam melakukan beragam aktifitas social mereka, orang-orang primitive khususnya selalu memperhatikan apakah ada taboo berkaitan dengan aktifitas mereka untuk menghindari hal-hal yang mungkin dilarang dalam taboo yang ada dalam budaya mereka. Taboo ini dianggap bisa menjadi/ mengandung pesan-pesan moral bagi masyarakat yang meyakininya sehingga seringkali seseorang yang ingin melakukan sesuatu terpaksa membatalkannya ketika hal itu dianggap bertentangan atau dilarang dalam taboo yang mereka yakini. Penelitian ini mencoba menjawab beberapa topik permasalahan berikut ini: Apa alasan yang mendasari masyarakat Banten mempercayai dan mempraktekan magis, mantra dan taboo dalam kehidupan social keagamaan mereka? Bagaimana masyarakat Banten memanfaatkan magic dan mantra dalam kehidupan mereka? Jenis - jenis magic dan mantra yang bagaimana yang umumnya digunakan oleh masyarakat Banten? Jenis-Jenis taboo apa yang pernah dan masih ada pada masyarakat Banten? Penelitian ini menggunakan metode penelitian ethnografi yang bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan antropologis-fenomenologis. Ethnografi, menurut James P. Spradley, merupakan pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan. Tujuan utama etnografi ini adalah untuk memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli, sebagaimana dikemukakan oleh Bronislaw Malinowski, bahwa tujuan etnografi adalah ‘memahami sudut pandang penduduk asli, hubungannya dengan kehidupan, untuk mendapatkan pandangannya mengenai dunianya”. Selanjutnya, Spradley berpendapat bahwa etnografi bermakna untuk membangun suau pengertian yang sistemik mengenai semua kebudayaan manusia dari perspektif orang yang telah mempelajari kebudayaan itu. ii Dalam menganalisa data, peneliti akan menggunakan pendekatan fungsional-struktural (structural-functional approach). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kajian pustaka, observasi, dan wawancara mendalam. Dari pembahasan penelitian ini telah menunjukan kepada kita bahwa tradisi dan budaya magic, mantra, dan taboo memang masih ada dan tersebar di berbagai tempat di Banten sampai saat ini. Berbagai jenis magic dan ahli magic juga bisa ditemukan di beberapa tempat di Banten. Wajar jika kemudian, Banten terkenal dengan budaya magisnya, selain juga terkenal dengan religiusannya.

Tipe Item/Data: Buku
Subjek: 300 Ilmu Sosial, Sosiologi & Antropologi > 301 Sosiologi & antropologi
User Penyetor: lp2m penelitian uinbanten
Tanggal Disetorkan: 02 Aug 2019 12:26
Perubahan Terakhir: 03 Aug 2019 18:26
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/4239

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.