Fahri, Ardhya Naufal (2025) Tradisi Pernikahan Nasabiyah pada Pernikahan Syarifah dalam Perspektif Rabithah 'Alawiyah. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_HKI_201110103_Cover.pdf Download (113kB) |
|
|
Teks
S_HKI_201110103_Lampiran Depan.pdf Download (512kB) |
|
|
Teks
S_HKI_201110103_Bab I.pdf Download (534kB) |
|
|
Teks
S_HKI_201110103_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (656kB) |
|
|
Teks
S_HKI_201110103_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (172kB) |
|
|
Teks
S_HKI_201110103_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (552kB) |
|
|
Teks
S_HKI_201110103_Bab V.pdf Download (121kB) |
|
|
Teks
S_HKI_201110103_Daftar Pustaka.pdf Download (196kB) |
Abstrak
Tradisi pernikahan nasabiyah pada kalangan Habaib di Indonesia, khususnya pada kalangan perempuan Syarifah, merupakan bentuk warisan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun sebagai upaya menjaga kemurnian nasab keturunan Rasulullah SAW. Meski kerap menimbulkan polemik antara penghormatan terhadap garis keturunan dengan prinsip keadilan dan kebebasan memilih pasangan menjadi latar penting yang melatarbelakangi kajian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah utama: (1) Bagaimana pandangan Rabithah ‘Alawiyah terhadap tradisi pernikahan nasabiyah pada kalangan Syarifah Bani ‘Alawi? dan (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik pernikahan nasabiyah tersebut? Adapun penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana praktik tersebut diposisikan dalam konteks maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap kitab-kitab klasik dan kontemporer, serta wawancara dengan tokoh tokoh dari Rabithah ‘Alawiyah dan ahli fikih. Penelusuran data dilakukan secara sistematis guna memperoleh gambaran utuh mengenai substansi permasalahan serta kerangka berpikir institusi Rabithah ‘Alawiyah dalam memandang praktik ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Rabithah ‘Alawiyah tidak menetapkan tradisi pernikahan nasabiyah sebagai syarat sah pernikahan, melainkan menganjurkannya sebagai bagian dari upaya menjaga kemuliaan nasab keturunan Nabi. Dalam pandangan hukum Islam, tradisi ini dikategorikan sebagai bagian dari kafa’ah yang bersifat anjuran (istihbāb), bukan kewajiban. Tradisi ini dapat dijaga selama tidak menimbulkan kezaliman, diskriminasi, dan tetap berada dalam bingkai prinsip maqāṣid al-syarī‘ah.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pernikahan nasabiyah, rabithah 'alawiyah, syarifah, hukum Islam, kafa'ah, hifz al-nasl |
| Subjek: | 2x4 Fiqh > 2x4.3 Hukum Perkawinan / Munakahat > 2x4.39 Aspek munakahat lainnya |
| Divisi: | Fakultas Syari'ah > Hukum Keluarga Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 05 Aug 2026 06:29 |
| Perubahan Terakhir: | 11 Aug 2026 02:14 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18992 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
