Relevansi Penghambaan dan Kekhalifahan Manusia (Studi Komparatif Penafsiran Ibn ‘Asyur dan Thabathaba’i)

Wahdah, Ummu (2025) Relevansi Penghambaan dan Kekhalifahan Manusia (Studi Komparatif Penafsiran Ibn ‘Asyur dan Thabathaba’i). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_IAT_211320112_Cover.pdf

Download (193kB)
[img] Teks
S_IAT_211320112_Lampiran Depan.pdf

Download (997kB)
[img] Teks
S_IAT_211320112_BAB I.pdf

Download (795kB)
[img] Teks
S_IAT_211320112_BAB II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (819kB)
[img] Teks
S_IAT_211320112_BAB III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (648kB)
[img] Teks
S_IAT_211320112_BAB IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (1MB)
[img] Teks
S_IAT_211320112_BAB V.pdf

Download (373kB)
[img] Teks
S_IAT_211320112_Daftar Pustaka.pdf

Download (423kB)

Abstrak

Manusia diciptakan oleh Allah dengan dua dimensi utama, yaitu sebagai ‘abd (hamba) dan khalifah (pemimpin) di bumi. Kedua konsep ini menempati posisi penting dalam memahami hakikat keberadaan manusia dalam al-Qur’an. Namun, pemahaman terhadap konsep penghambaan dan kekhalifahan seringkali menimbulkan perbedaan tafsir di kalangan ulama, baik dalam dimensi teologis maupun sosial. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengkaji relevansi antara penghambaan dan kekhalifahan manusia melalui analisis komparatif terhadap penafsiran Ibn ‘Asyur dan Thabathaba’i, dua mufasir besar yang memiliki corak tafsir dan latar intelektual berbeda. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Ibn ‘Asyur dan Thabathaba’i menafsirkan konsep penghambaan dan kekhalifahan manusia dalam al-Qur’an, serta bagaimana relevansi kedua konsep tersebut dalam kehidupan manusia modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya, sekaligus menggali nilai-nilai teologis dan moral yang terkandung dalam pandangan mereka terhadap peran manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan komparatif tafsir. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya utama kedua mufasir, yaitu al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibn ‘Asyur dan al-Mīzān fī Tafsīr al-Qur’ān karya Thabathaba’i, serta literatur pendukung lain yang relevan. Analisis dilakukan dengan menelusuri ayat-ayat terkait konsep ‘ubūdiyyah dan khilāfah, kemudian membandingkan corak, metode, serta konteks penafsiran masing-masing mufassir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn ‘Asyur menekankan penghambaan manusia sebagai bentuk kepatuhan dan ketaatan total kepada Allah yang menjadi dasar bagi peran kekhalifahan di bumi, sedangkan Thabathaba’i menafsirkan penghambaan sebagai manifestasi kesempurnaan spiritual yang menjadikan manusia layak menjadi khalifah Allah. Keduanya sepakat bahwa penghambaan dan kekhalifahan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam membentuk kesempurnaan eksistensi manusia. Relevansinya di masa kini terletak pada pentingnya menyeimbangkan dimensi spiritual dan sosial agar manusia mampu menjalankan tanggung jawab ilahiah secara utuh.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Penghambaan, Kekhalifahan, Ibn ‘Āsyūr, Thabathaba’i, Tafsir Komparatif
Subjek: 2x1 Al Quran dan ilmu yang terkait > 2x1.4 Kumpulan ayat-ayat dan surat-surat tertentu > 2x1.46 ayat-ayat mengenai kemasyarakatan Islam
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alquran dan Tafsir
User Penyetor: S.Hum Prihantini Noor Akmalia
Tanggal Disetorkan: 04 Aug 2026 03:13
Perubahan Terakhir: 04 Aug 2026 03:13
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18962

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.