Studi Pembentukan Fasa pada Sistem Campuran Barium Aluminium Perak Oksida (BaCO3 − Al2O3 − Ag2O/AgNO3) terhadap VAriasi Suhu dengan Metode Solid State

Meylani, Yerintina (2025) Studi Pembentukan Fasa pada Sistem Campuran Barium Aluminium Perak Oksida (BaCO3 − Al2O3 − Ag2O/AgNO3) terhadap VAriasi Suhu dengan Metode Solid State. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_FIS_211720025_Cover.pdf

Download (414kB)
[img] Teks
S_FIS_211720025_Lampiran Depan.pdf

Download (2MB)
[img] Teks
S_FIS_211720025_Bab I.pdf

Download (280kB)
[img] Teks
S_FIS_211720025_Bab II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (639kB)
[img] Teks
S_FIS_211720025_Bab III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (508kB)
[img] Teks
S_FIS_211720025_Bab IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (1MB)
[img] Teks
S_FIS_211720025_Bab V.pdf

Download (206kB)
[img] Teks
S_FIS_211720025_Daftar Pustaka.pdf

Download (187kB)

Abstrak

Pembentukan struktur fasa pada material oksida sangat dipengaruhi oleh kondisi sintesis, seperti suhu pemanasan dan atmosfer reaksi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pembentukan fasa pada sistem BaCO3 − Al2O3 − Ag2O/AgNO3 dan pengaruh variasi suhu pemanasan menggunakan metode solid state. Proses sintesis dilakukan pada suhu 210–550 °C selama 22–24 jam dengan variasi kondisi atmosfer tanpa oksigen dan dengan tekanan oksigen 0,5 bar dan 1 bar. Karakterisasi fasa dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil menunjukkan bahwa pada suhu rendah hingga menengah (210–390 °C) belum terbentuk fasa baru, dan hanya terdeteksi fasa awal BaCO3 dan Ag. Peningkatan suhu hingga 500–550 °C mulai memicu terjadinya reaksi padatan secara bertahap, namun fasa target Ba2AlAg3O8 belum terbentuk. Fasa BaCO3 tetap dominan pada seluruh sampel karena dekomposisinya memerlukan suhu tinggi (>800 °C), sehingga BaO sebagai reaktan aktif belum tersedia. Pada sistem tanpa oksigen, Ag2O/AgNO3 mengalami reduksi menjadi Ag logam pada suhu relatif rendah (~300 °C), yang menghambat pembentukan fasa reaksi. Pemberian tekanan oksigen menurunkan intensitas puncak Ag, menunjukkan peran oksigen dalam menstabilkan oksida perak dan memfasilitasi reaksi antar fasa. Secara keseluruhan, kondisi sintesis yang digunakan belum optimal untuk menghasilkan fasa Ba2AlAg3O8.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Barium aluminium perak oksida, XRD, solid state
Subjek: 500 Ilmu Pengetahuan Alam dan Mathemetics > 540 Kimia > 546 anorganik kimia
Divisi: Fakultas Saintek > Fisika
User Penyetor: S.S.I Fadhilah NH
Tanggal Disetorkan: 30 Jul 2026 15:25
Perubahan Terakhir: 30 Jul 2026 15:25
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18948

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.