Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perjanjian Dan Tanggung jawab Kerugian Dalam Pembangunan Infrastruktur Menurut Akad Istishna’ (Studi Kasus di PT. Pasauran Sakti Mandiri)

Sintabela, Devi (2022) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perjanjian Dan Tanggung jawab Kerugian Dalam Pembangunan Infrastruktur Menurut Akad Istishna’ (Studi Kasus di PT. Pasauran Sakti Mandiri). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_HES_181130184_Cover.pdf

Download (144kB)
[img] Teks
S_HES_181130184_Lampiran Depan.pdf

Download (434kB)
[img] Teks
S_HES_181130184_Bab I.pdf

Download (315kB)
[img] Teks
S_HES_181130184_Bab II.pdf

Download (229kB)
[img] Teks
S_HES_181130184_Bab III.pdf

Download (475kB)
[img] Teks
S_HES_181130184_Bab IV.pdf

Download (359kB)
[img] Teks
S_HES_181130184_Bab V.pdf

Download (273kB)
[img] Teks
S_HES_181130184_Daftar Pustaka.pdf

Download (218kB)

Abstrak

Dalam hubungan sesama manusia termasuk muamalah, haruslah berlandaskan pada prinsip Islam. Karena ekonomi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan agama. Ketika menjalankan kegiatan muamalah, konsumen kadang membutuhkan barang yang belum ada pada produsen. Sehingga konsumen melakukan pemesanan barang pada produsen dengan akad istishna’ yang biasa diterapkan dalam sistem borongan pembangunan infrastruktur. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur adalah PT. Pasauran Sakti mandiri. Pihak konsumen dan perusahaan memiliki hak dan kewajiban yang luas dimana mereka harus bisa bertanggung jawab atas kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kerugian dalam sistem borongan sering terjadi dan menimbulkan konflik diantara pihak yang bersepakat. Berdasarkan latar belakang diatas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mencari tahu; 1). Bagaimana praktik perjanjian kerjasama dalam sistem borongan pembangunan infrastruktur di PT. Pasauran Sakti Mandiri? 2). Bagaimana konsekuensi kerugian dalam sistem perjanjian borongan pembangunan infrastruktur? 3). Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik perjanjian kerjasama di PT. Pasauran Sakti Mandiri dengan konsumen menurut akad istishna’? Tujuan penelitian ini adalah; 1). Untuk mengetahui praktik perjanjian kerjasama dalam sistem borongan pembangunan infrastruktur di PT. Pasauran Sakti Mandiri? 2). Untuk mengetahui konsekuensi kerugian dalam sistem perjanjian borongan pembangunan infrastruktur? 3). Untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap praktik perjanjian kerjasama di PT. Pasauran Sakti Mandiri dengan konsumen menurut akad istishna’?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh oleh penulis menggunakan teknis wawancara dan observasi di PT. Pasauran Sakti Mandiri, dokumentasi, serta melakukan survei kepuasan konsumen melalui google formulir. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian ini adalah konsumen yang ingin menyerahkan borongan pembangunan infrastruktur kepada PT. Pasauran Sakti Mandiri harus membuat dan menyerahkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang memuat ketentuan-ketentuan perjanjian dan menandatangani Surat Perjanjian Kontrak. Maka, semua konsekuensi kerugian yang terjadi selama proses pembangunan akan menjadi tanggung jawab pihak perusahaan. Praktik perjanjian kerjasama dalam borongan pembangunan infrastruktur di PT. Pasauran Sakti Mandiri sudah sesuai dengan syari’at Islam dan memiliki kesesuaian dengan akad istishna’.sebagaimana pendapat Imam Mazhab Syafi’I dan Maliki.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Subjek: 2x4 Fiqh
Divisi: Fakultas Syari'ah > Hukum Ekonomi Syari'ah
User Penyetor: S.IPI Tsulatsiah Andi
Tanggal Disetorkan: 10 Jun 2022 04:12
Perubahan Terakhir: 10 Jun 2022 04:12
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/8762

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.