Teknik Rational Emotive Therapy (RET) dalam Meningkatkan Self Esteem Santri Korban Body Shaming (Studi Kasus di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in, Cipare Gede, Kota Serang)

Lutfiah, Lutfiah (2020) Teknik Rational Emotive Therapy (RET) dalam Meningkatkan Self Esteem Santri Korban Body Shaming (Studi Kasus di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in, Cipare Gede, Kota Serang). Diploma atau S1 thesis, UIN SMH BANTEN.

[img] Teks
1 COVER.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (214kB)
[img] Teks
2 LAMPIRAN DEPAN.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (704kB)
[img] Teks
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (389kB)
[img] Teks
BAB II.pdf
Restricted to Hanya user terdaftar
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (452kB)
[img] Teks
BAB III.pdf
Restricted to Hanya user terdaftar
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (349kB)
[img] Teks
BAB IV.pdf
Restricted to Hanya user terdaftar
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (483kB)
[img] Teks
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (214kB)
[img] Teks
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (214kB)

Abstrak

Nama : Lutfiah, NIM : 161340114, Judul Skripsi : “Teknik Rational Emotive Therapy (RET) dalam Meningkatkan Self Esteem Santri Korban Body Shaming”. (Studi Kasus di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in, Cipare Gede, Kota Serang)”. Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Body shaming adalah istilah yang merajuk pada kegiatan mengkritik dan mengomentari secara negatif fisik atau tubuh diri sendiri ataupun orang lain.Istilah body shaming ditunjukan untuk mengejek mereka yang memiliki panampilan fisik yang dinilai cukup berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Contoh body shaming adalah penyebutan dengan gendut, pesek, cungkring, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan tampilan fisik. Body shaming, baik melalui ucapan maupun sekaligus tindakan yang dilakukan oleh seseorang dapat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan dampak yang buruk bagi orang yang menjadi korban body shaming. dampak yang ditimbulkan dianataranya yaitu rendahnya self esteem, tidak percaya diri, merasa malu dengan keadaan bentuk fisik dan merasa tidak aman, dan merasa takut. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk meningkatkan self esteem santri korban body shaming . upaya tersebut salah satunya yaitu adalah melakukan konseling dengan teknik Rational Emotive Therapy (RET) Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1). Bagaimana kondisi self esteem pada santri korban body shaming di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in? 2). Bagaimana penerapan dan hasil teknik Rational Emotive Therapy (RET) dalam meningkatkan Self Esteem korban Body Shaming di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in? Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui kondisi self esteem santri korban body shaming di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in. 2). Untuk mengetahui penerapan teknik Rational Emotive Therapy (RET) dalam meningkatkan self esteem korban body shaming di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif Adapun data yang diproleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan: 1). Kondisi self esteem santri korban body shaming di Pondok Pesantren Raudhatul Qoni’in mempunyai self esteem rendah. Sehingga berdampak terhadap psikologis responden. Sehingga mereka merasa tidak percaya diri, merasa malu, merasa tidak nyaman dan merasa takut. Responden SA merasa tidak percaya diri dan merasa malu. Responden DA merasa tidak percaya diri, merasa malu, merasa tidak aman dan merasa takut. Responden KM merasa tidak percaya diri, merasa malu, merasa tidak aman dan merasa takut. Responden HN merasa tidak percaya diri, merasa malu, dan merasa tidak aman. Responden MU merasa tidak percaya diri, merasa malu, dan merasa tidak aman. 2). Konseling RET yang dilakukan. Yang di mana di dalam tindakan konseling RET terdapat beberapa tahap diantaranya : 1). Tahap Attending 2). Tahap Asesmen 3). Tahap konseling dan 4). Tahap Evaluasi.Hasil dari penerapan teknik RET dalam meningkatkan self esteem santri korban body shaming di Pondok Pesantren raudhatul Qoni’in menunjukan hasil yang baik dan signifikan dimana responden mulai menyadari pemikiranpemikiran yang irasional terhadap bentuk tubuhnya dan mampu meningkatkan self esteem sehingga dapat membangun rasa percaya diri dan tidak lagi merasa malu terhadap bentuk fisiknya.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): RET, Body Shaming, Self Esteem Santri
Subjek: 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 152 Persepsi, gerakan, emosi & drive
100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 153 Mental proses & kecerdasan
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Bimbingan Dan Konseling Islam
User Penyetor: M.Pd artina Subhan
Tanggal Disetorkan: 19 Nov 2020 06:32
Perubahan Terakhir: 19 Nov 2020 06:32
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/5884

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.