BEDUG DAN ADZAN SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DALAM MENYERU IBADAH SHALAT(Study kasus di Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan)

ANABILLAH, ANABILLAH (2017) BEDUG DAN ADZAN SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DALAM MENYERU IBADAH SHALAT(Study kasus di Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan). Diploma atau S1 thesis, Universitas Islam Negeri "Sultan Maulana Hasanuddin" BANTEN.

[img] Teks (COVER)
CAVER.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (295kB)
[img] Teks (ABSTRAK)
Abstrak.docx
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (21kB)
[img] Teks (DOKUMENTASI)
dokumentasi skripsi.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (686kB)
[img] Teks (LEMBAR PENGESAHAN)
Pengesahan KPI 2016.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (199kB)
[img] Teks (BAB I S/D BAB V)
SKRIPSI.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (705kB)

Abstrak

Shalat merupakan suatu perintah yang wajib dilaksanakan oleh ummat muslim, di antara keistimewaan shalat adalah bahwa shalatlah salah satunya ibadah yang didahului oleh panggilan resmi yang menjadi ibadah tersendiri yakni seruan adzan. Di Indonesia sebelum adzan dikumandangkan ada suatu tradisi yakni menabuh bedug. Bedug merupakan suatu simbol, suatu tradisi dan Adzan merupakan salah satu syiar agama, kedunya merupakan alat komunikasi dalam menyeru ibadah shalat. Dari latar belakang di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana bedug dan adzan dalam perspektif sejarah? 2) Apakah bedug dan adzan sebagai alat komunikasi dalam menyeru ibadah shalat, dan sejauh mana efektivitasnya? 3) Bagaimana pandangan masyarakat Tegalratu tentang bedug dan adzan di zaman kontemporer? Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimana bedug dan adzan dalam perspektif sejarah, 2) Untuk mengetahui apakah bedug dan adzan sebagai alat komunikasi dalam menyeru ibadah shalat, dan sejauh mana efektifitasnya, 3) untuk mengetahui pandangan masyarakat mengenai bedug dan adzan di zaman kontemporer. Penelitian ini mengambil studi kasus di Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan. Dan metode yang digunakan dalam memahami persoalan ini adalah dengan menggunakan metode pendekatan observasi, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan perumusan masalah di atas. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama menentukan lokasi penelitian, kedua mengumpulkan data, ketiga mengelola data yang sudah terkumpul, dan keempat teknik penulisannya. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut: Pertama, adanya bedug berasal dari india dan china, cheng ho yang berasal dari cina memberikan hadiah berupa bedug kepada raja semarang, sedangkan adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Adzan juga merupakan salah satu syi’ar agama. Kedua, bedug dan adzan merupakan alat komunikasi untuk menyeru ibadah shalat, dan keduanya memiliki misi yang sama yaitu mengingatkan manusia untuk shalat. Dan efektivitas dari seruan keduanya sangatlah kurang efektiv. Ketiga, pandangan masyarakat tentang bedug yaitu hampir seluruh masyarakat Tegalratu masih memegang teguh pada bedug, dan bedug diangap sebagai benda yang tidak pernah dimusnahkan. Sedangkan adzan, dipandang masyarakat suatu syarat mutlak dilakukan untuk menyeru shalat. Hanya saja ada yang menggunakan pengeras suara dan ada yang tidak menggunakannya.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): ALAT KOMUNIKASI
Subjek: 2x4 Fiqh
Divisi: Fakultas Ushuluddin, Dakwah Dan Adab > Komunikasi Dan Penyiaran Islam
User Penyetor: S.I.IP AINUN NAJAH
Tanggal Disetorkan: 23 Mei 2017 15:54
Perubahan Terakhir: 23 Mei 2017 15:54
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/554

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.