Konsep Syifa Dalam Perspektif Alquran (Studi Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Marāghi Karya Ahmad Mustāfa Al-Marāghi)

Fuadah, Malihatul (2019) Konsep Syifa Dalam Perspektif Alquran (Studi Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Marāghi Karya Ahmad Mustāfa Al-Marāghi). Diploma atau S1 thesis, UIN SMH BANTEN.

[img] Teks (COVER)
cover.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (487kB)
[img] Teks (FULL SKRIPSI)
MALIHATULFUADAH.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (915kB)

Abstrak

Nama : Malihatul Fuadah, Nim : 143200294, Judul Skripsi : Konsep Syifa Dalam Perspektif Alquran (Studi Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Marāghi Karya Ahmad Mustāfa Al-Marāghi), Jurusan : Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin dan Adab, Tahun 2018 M/1438 H. Berdasarkan konsep syifa dalam Alquran, jika dikolerasikan dengan kehidupan masyarakat sekarang ini maka pengaruhnya sangat besar dalam mencapai kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat, jika melihat fenomena yang ada pada zaman modern ini, nampaknya konsep syifa dalam Alquran, yang ada dalam Alquran lebih mendapatkan perhatian, tetapi bagi masyarakat awam pengobatan konsep syifa (penyembuh) dalam Alquran kurang teraplikasikan dengan baik. Hal itu terjadi karena mereka yang kurang memahami isi kandungan Alquran. Berdasarkan latar belakng diatas, maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah : 1.) Bagaimana konsep syifa dalam Alquran?, 2.) Bagaimana penafsiran M. Quraish Shihab dan Ahmad Mustāfa Al-Marāghi tentang ayat-ayat syifa dalam Alquran?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studi pustaka (Library Research) dengan format desain deskritif analitis. Kemudian juga menggunakan metode kompratif yang bertujuan untuk membandingkan hasil penafsiran munfasir. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : Penafsiran M. Quraish Shihab, bahwa ayat di atas telah menunjukan bahwa Alquran dapat dijadikan sebagai suatu obat penawar bagi segala macam penyakit ruhani (hati) manusia, dan terkadang juga dapat dijadikan sebagai obat penawar bagi penyakit jasmani. Namun, hanya yang bersifat psikosomatik saja. Sedangkan menurut Ahmad Mustāfa Al-Marāghi syifa dalam Alquran tersebut lebih menjelaskan kepada pengertiannya namun yang membedakan dari keduanya adalah cara menempatkan penafsiran, menjelaskan kosa kata secara bahasa, bila ternyata ada kata-kata yang sulit dipahami oleh para pembaca, Al-Marāghi juga menyebutkan makna ayat-ayat secara global, sehingga sebelum memasuki penafsiran yang menjadi topik utama, para pembaca terlebih dahulu mengetahui makna ayat-ayat tersebut secara umum, dan meninggalkan istilah-istilah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, Al-Marāghi sengaja meninggalkan istilah-istilah yang berhubungan dengan ilmu-ilmu yang lain diperkirakan bisa menghambat para pembaca dalam memahami isi Alquran, misal ilmu nahwu, saraf, ilmu balaghah dan sebagainya.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Subjek: 2x1 Al Quran dan ilmu yang terkait > 2x1.1 Ilmu-ilmu Al-Quran > 2x1.11 Turun/nuzulul Quran; masukkan di sini ayat-ayat Makiyah dan Madaniyah
Divisi: Fakultas Ushuluddin, Dakwah Dan Adab > Ilmu Alquran Dan Tafsir
User Penyetor: M.Pd artina Subhan
Tanggal Disetorkan: 25 Feb 2019 06:51
Perubahan Terakhir: 25 Feb 2019 06:51
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/3519

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.