Tradisi Kesenian Gondang Buhun sebagai Warisan Budaya Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu

Tausiyah, Dalilah (2025) Tradisi Kesenian Gondang Buhun sebagai Warisan Budaya Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_SPI_211350030_Judul.pdf

Download (306kB)
[img] Teks
S_SPI_211350030_Lampiran Depan.pdf

Download (841kB)
[img] Teks
S_SPI_211350030_Bab I.pdf

Download (377kB)
[img] Teks
S_SPI_211350030_Bab II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (634kB)
[img] Teks
S_SPI_211350030_Bab III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (639kB)
[img] Teks
S_SPI_211350030_Bab IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (524kB)
[img] Teks
S_SPI_211350030_Bab V.pdf

Download (317kB)
[img] Teks
S_SPI_211350030_Daftar Pustaka.pdf

Download (435kB)

Abstrak

Tradisi kesenian merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dipertahankan. Di era modernisasi ini, banyak warisan budaya yang perlahan menghilang akibat kurangnya regenerasi, minimnya perhatian pemerintah, serta pengaruh budaya asing yang semakin dominan. Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu di Kabupaten Lebak, Banten memiliki beragam bentuk warisan budaya berbasis kearifan lokal yang masih lestari hingga kini. Salah satu warisan budaya tersebut adalah Gondang Buhun, sebuah tradisi kesenian yang menggabungkan unsur musik, ritus, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran umum masyarakat adat Kasepuhan Cisitu? (2) Bagaimana sejarah perkembangan, elemen, serta nilai-nilai tradisi kesenian Gondang Buhun masyarakat adat Kasepuhan Cisitu? (3) Bagaimana upaya pelestarian tradisi kesenian Gondang Buhun sebagai warisan budaya masyarakat adat Kasepuhan Cisitu? Penelitian ini menggunakan metode penelitian budaya bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gondang Buhun diyakini lahir dari hubungan spiritual dengan Dewi Sri, yang menjadi simbol kesuburan dan sumber kehidupan. Gondang Buhun merupakan bentuk pemenuhan janji kepada Dewi Sri, yang meminta untuk selalu diraramekeun dan direremokeun (dipertemukan dengan kasih dan dirayakan dengan suka cita). Setiap elemen dalam Gondang Buhun seperti lisung, halu, nyiru, boboko, formasi pemain, nyanyian, dan do’a mengandung makna simbolik yang saling berkaitan. Lisung yang melambangkan unsur perempuan dan halu sebagai laki-laki, misalnya, mencerminkan filosofi kesuburan dan keseimbangan hidup. Elemen yang berkaitan ini menjadikan Gondang Buhun sebagai struktur budaya yang kompleks dan sarat makna, bukan semata bentuk kesenian biasa. Gondang Buhun dijalankan dalam berbagai ritual adat seperti ngarempug nutu, sunatan, garaha, ngareremokeun, nutu rasul pongokan, turun ronda serta diperkenalkan ke ruang publik melalui festival budaya (seren taun), dokumentasi digital, dan kegiatan lomba. Meskipun menghadapi tantangan regenerasi, masyarakat adat tetap menjaga kesinambungan tradisi melalui pewarisan nilai secara lisan dan praktik langsung. Dengan demikian, Gondang Buhun tidak hanya menjadi simbol identitas budaya masyarakat adat Cisitu, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya takbenda yang hidup dan terus dijaga eksistensinya di tengah arus perubahan zaman

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Gondang Buhun, Kasepuhan Cisitu, Tradisi, Warisan Budaya
Subjek: 2x6 Sosial Budaya Islam > 2x6.7 Kesenian Islam, Kebudayaan Islam, Seni Islam, Budaya Islam
Divisi: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
User Penyetor: SIP irfan chudri halim
Tanggal Disetorkan: 11 Aug 2026 02:23
Perubahan Terakhir: 11 Aug 2026 02:25
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/19051

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.