Hasmutia, Sari (2025) Implementasi Fatwa DSN MUI NO.151/DSN-MUI/VI/2022 Tentang Akad Samsarah Dalam Jual Beli Motor Bekas Menggunakan Jasa Makelar (Studi Kasus di Dealer Motor Agung Jaya Tangerang). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_HES_211130068_COVER.pdf Download (300kB) |
|
|
Teks
S_HES_211130068_LAMPIRAN DEPAN.pdf Download (4MB) |
|
|
Teks
S_HES_211130068_BAB I.pdf Download (278kB) |
|
|
Teks
S_HES_211130068_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (492kB) |
|
|
Teks
S_HES_211130068_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (300kB) |
|
|
Teks
S_HES_211130068_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (250kB) |
|
|
Teks
S_HES_211130068_BAB V.pdf Download (137kB) |
|
|
Teks
S_HES_211130068_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (597kB) |
Abstrak
Di tengah meningkatnya aktivitas jual beli motor bekas, peran makelar menjadi solusi praktis untuk mempercepat transaksi dan menjembatani kepentingan antara penjual dan pembeli. Namun, di balik kemudahan itu, sering kali ditemukan praktik yang bertentangan dengan prinsip syariah, seperti ketidakterbukaan informasi harga, perjanjian yang hanya bersifat lisan, hingga penambahan keuntungan sepihak oleh makelar. Dalam Islam, praktik perantara ini dikenal dengan akad samsarah, yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI No.151/DSN-MUI/VI/2022 untuk menjaga keadilan, kejujuran, dan transparansi dalam transaksi. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana praktik jual beli motor bekas melalui makelar di Dealer Motor Agung Jaya Tangerang? dan (2) Bagaimana implementasi Fatwa DSN-MUI No.151 Tahun 2022 dalam praktik tersebut? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui mekanisme jual beli motor bekas melalui jasa makelar di Dealer Motor Agung Jaya Tangerang, dan (2) Untuk mengetahui sejauh mana praktik tersebut sesuai dengan ketentuan syariah dalam Fatwa DSN-MUI No.151 Tahun 2022. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan penelitian lapangan (field research), yang melibatkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, praktik jual beli motor bekas melalui makelar di Dealer Motor Agung Jaya Tangerang masih dilakukan secara informal tanpa perjanjian tertulis, hanya berdasarkan kesepakatan lisan antara makelar dengan dealer maupun pembeli. Makelar bebas menetapkan harga jual ke pembeli, dan selisih harga dari dealer menjadi keuntungan pribadi tanpa diketahui oleh pembeli. Hal ini bertentangan dengan Fatwa DSN-MUI No.151 Tahun 2022 tentang Akad Samsarah, yang menekankan keharusan adanya kejelasan akad, termasuk transparansi harga, komisi (ujrah/ji‟ālah), dan jangka waktu agar tidak menimbulkan gharar (ketidakjelasan) yang bisa merugikan salah satu pihak. Meskipun secara ekonomi transaksi berjalan lancar, namun dari sisi syariah belum memenuhi prinsip keadilan dan keterbukaan. Oleh karena itu, perlu diterapkan perjanjian tertulis dan edukasi syariah agar praktik ini sesuai dengan hukum ekonomi Islam.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Akad Samsarah, Makelar, Jual Beli Motor Bekas, Fatwa DSN- MUI, Ekonomi Syariah |
| Subjek: | 2x4 Fiqh > 2x4.2 Muamalah > 2x4.21 Jual beli |
| Divisi: | Fakultas Syari'ah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| User Penyetor: | S.E. Amelia Nurazizah Wijaya |
| Tanggal Disetorkan: | 26 Feb 2026 04:06 |
| Perubahan Terakhir: | 26 Feb 2026 04:06 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18286 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
