Identifikasi Bidang Gelincir pada Daerah Rawan Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong

Sakhiri, Sakhiri (2023) Identifikasi Bidang Gelincir pada Daerah Rawan Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong. Diploma atau S1 thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_FIS_191720002_Cover.pdf

Download (145kB)
[img] Teks
S_FIS_191720002_Lampiran Depan.pdf

Download (1MB)
[img] Teks
S_FIS_191720002_Bab I.pdf

Download (174kB)
[img] Teks
S_FIS_191720002_Bab II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (923kB)
[img] Teks
S_FIS_191720002_Bab III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (279kB)
[img] Teks
S_FIS_191720002_Bab IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (528kB)
[img] Teks
S_FIS_191720002_Bab V.pdf

Download (296kB)
[img] Teks
S_FIS_191720002_Daftar Pustaka.pdf

Download (304kB)

Abstrak

Di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cilowong Kota Serang setiap tahunnya mengalami bencana tanah longsor. Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor yaitu adanya bidang gelincir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi bidang gelincir dan struktur lapisan bawah permukaan bumi di TPSA Cilowong. Metode yang digunakan yaitu metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan mengunakan 2 lintasan, lintasan 1 menggunakan 2 titik sounding dan lintasan 2 menggunakan 3 titik sounding. Hasil data di lapangan diolah dengan menggunakan software IP2Win. Hasil dari penelitian ini diperoleh lapisan bawah permukaan berupa lempung, tufa dan granit. Pada lintasan 1 titik sounding 1 bidang gelincir terdapat pada kedalaman 1,20 – 2,56 m sedangkan titik sounding 2 bidang gelincir terdapat pada kedalaman 2,57 – 5,48 m. Bidang gelincir pada kedua lintasan berupa material lempung dengan nilai resistivitas antara 0,12 – 18,60 Ωm. Jenis material lempung memiliki sifat permeabilitas yang rendah sehingga air susah untuk melewati batuan ini dan mengakibatkan air menjadi jenuh. Akibat air jenuh ini mengakibatkan kestabilan pada lereng berkurang yang dapat mengakibatkan longsor. Kemudian pada lintasan 2, bidang gelincir pada titik sounding 1 terdapat pada kedalaman 1,20 – 2,56 m, pada titik sounding 2 bidang gelincir berada pada kedalaman 5,45 – 11,49 m, dan pada titik sounding 3 bidang gelincir berada pada kedalaman 5,48 – 11,70 m. Jenis longsoran yang terdapat pada lintasan 1 dan lintasan 2 berupa longsoran translasi karena pada daerah penelitian permukaan tanah memiliki topografi berbentuk gelombang landai.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Bidang gelincir, geolistrik, resistivitas, konfigurasi schlumbereger
Subjek: 500 Ilmu Pengetahuan Alam dan Mathemetics > 550 Ilmu Bumi & Geologi > 551 Geologi > 551.3 Proses di Permukaan Bumi dan Eksogenus dan Bahan-bahannya > 551.302 Erosi
Divisi: Fakultas Saintek > Fisika
User Penyetor: S.S.I Fadhilah Nurinsani Hidayat
Tanggal Disetorkan: 13 Mar 2025 06:30
Perubahan Terakhir: 13 Mar 2025 06:30
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/16599

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.