Konseling Realitas untuk Menumbuhkan Sikap Penerimaan Diri sebagai Orangtua yang Memiliki Anak Tunagrahita (Studi Kasus di Komplek Banjar Agung Indah Kota Serang)

Saputra, Dimas Kevin (2022) Konseling Realitas untuk Menumbuhkan Sikap Penerimaan Diri sebagai Orangtua yang Memiliki Anak Tunagrahita (Studi Kasus di Komplek Banjar Agung Indah Kota Serang). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img]
Pra Tinjau
Teks
S_BKI_181520080_COVER.pdf

Download (1MB) | Pra Tinjau
[img]
Pra Tinjau
Teks
S_BKI_181520080_LAMPIRAN DEPAN.pdf

Download (2MB) | Pra Tinjau
[img]
Pra Tinjau
Teks
S_BKI_181520080_BAB I.pdf

Download (1MB) | Pra Tinjau
[img] Teks
S_BKI_181520080_BAB 2.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (1MB)
[img] Teks
S_BKI_181520080_BAB 3.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (1MB)
[img] Teks
S_BKI_181520080_BAB 4.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (1MB)
[img]
Pra Tinjau
Teks
S_BKI_181520080_BAB 5.pdf

Download (1MB) | Pra Tinjau
[img]
Pra Tinjau
Teks
S_BKI_181520080_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Pra Tinjau

Abstrak

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan keadaan sempurna, seperti yang telah disampaikan dalam surat QS. At-Tin ayat 4 yang Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya", semua akan terlihat sempurna bagaimana sudut pandang dan cara penerimaan seseorang terhadap hal tersebut. Banyak dari orangtua yang memiliki anak tunagrahita belum bisa menerima posisi dirinya sebagai orangtua yang memiliki anak tunagrahita . Adapun rumusan masalah sebagai berikut 1). Bagaimana penerimaan diri orangtua yang memilik anak tunagrahita? 2). Bagaimana penerapan teknik konseling realitas dalam menumbuhkan sikap penerimaan diri orangtua yang memiliki anak tunagrahita? 3). Bagaimana hasil penerapan konseling realitas dalam menumbuhkan sikap penerimaan diri orangtua yang memiliki anak tunagrahita?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui penerimaan diri orangtua yang memilik anak tunagrahita. 2). Untuk mengetahui langkah-langkah penerapan teknik konseling realitas dalam menumbuhkan sikap penerimaan diri orangtua yang memiliki anak tunagrahita 3).Untuk mengetahui apa saja hambatan dan pendukung pada penerapan konseling realitas dalam menumbuhkan sikap penerimaan diri orangtua yang memiliki anak tunagrahita. Penelitian dilaksanakan di Komplek Banjar Agung Indah , jumlah 3 Pasang orangtua, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Konseling realitas ini dibagi menjadi 8 tahapan berdasarkan konsep WEDP. Adapun hasil penelitian sebagai berikut: 1). . Penerimaan diri sebagai orangtua yang memiliki anak tunagrahita rata-rata dari mereka banyak yang belum bisa menerima keadaan tersebut, terkadang klien masih menerima diri menjadi orangtua tunagrahita namun masih setengah hati. Hal ini terkadang membuat sikap dan perilakunya berpengaruh kepada anaknya. Bahkan ada iii orangtua yang memang benar-benar tidak ingin adanya kehadiran anaknya didunia ini ia lebih memilih acuh dan membiarkan anaknya begitu saja. 2). Penerapan konseling ini dilakukan 3 tahapan dipertemuan pertama peneliti mencoba membangun kedekatan emosional dan mencoba menggalih data yang peneliti butuhkan, tahapan kedua peneliti melakuakan proses konselingnya dan terakhir peneliti melakukan evaluasi konseling. Yang dilakukan peneliti terhadap klien SU,SI,MA,IS,R,F sama menggunakan tiga tahapan tersebut. 3). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa konseling realitas ini cocok untuk menumbuhkan rasa peneriamaan diri menjadi orang tua dari anak tunagrahita, hal ini dibuktikan 2 pasang suami istri yang merupakan orangtua anak tunagrahita dari 3 pasang suami istri yang merupakan orangtua dari anak tunagrahita, berhasil menumbuhkan rasa penerimaan diri sebagai orangtua dari anak tunagrahita, klien sadar dan paham tentang kewajiban orangtua kepada anaknya bagaimanapun keadaan anaknya. Adapun hambatan nya adalah waktu yang terbatas seperti proses konseling terhadap klien R dan F hal ini membuat proses konseling menjadi kurang efektif karena efesiensi waktu yang di dapatkan penulis menjadi kurang efektif untuk melakukan konseling. Selain waktu terkadang ada juga pertanyaan yang kurang dipahami sehingga membuat penulis menggulang kembalu pertanyaan tersebut dan juga menjelaskan maksud pertanyaan tersebut. Sedangkan faktor pendukung dalam penelitian ini semua orangtua tersebut menerima kehadiran penulis untuk menjelaskan dan memberi solusi cara peneriamaan diri menjadi orangtua yang memiliki anak tunagrahita dan juga ada beberapa klien yang sangat senang mendapatkan penjelasan dari penulis cara mengahdapi anak tunagrahita, penulis juga di ijinkan untuk melihat berkas-berkas catatan perkembangan anak tunagrahita dari hasil tesnya, penulis juga di ijinkan bertemu dengan anak tunagrahita tersebut untuk bermain dan mengajarkan home work kepada mereka.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Realitas, Penerimaan Diri, Tunagrahita
Subjek: 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi
Divisi: Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam
User Penyetor: Diah Sadjidin
Tanggal Disetorkan: 11 Apr 2023 03:44
Perubahan Terakhir: 23 Apr 2024 07:50
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/10814

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.