Tingkat Quarter-life Crisis Pada Mahasiswqa Penerima Beasiswa KIP-K UIN SMH Banten dan Implikasinya Dalam Bimbingan Konseling.

Salsabila, Firly Sausan (2025) Tingkat Quarter-life Crisis Pada Mahasiswqa Penerima Beasiswa KIP-K UIN SMH Banten dan Implikasinya Dalam Bimbingan Konseling. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_BKI_211340191_COVER.pdf

Download (184kB)
[img] Teks
S_BKI_211340191_LAMPIRAN DEPAN.pdf

Download (862kB)
[img] Teks
S_BKI_211340191_BAB I.pdf

Download (300kB)
[img] Teks
S_BKI_211340191_BAB II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (306kB)
[img] Teks
S_BKI_211340191_BAB III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (453kB)
[img] Teks
S_BKI_211340191_BAB IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (660kB)
[img] Teks
S_BKI_211340191_BAB V.pdf

Download (127kB)
[img] Teks
S_BKI_211340191_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (410kB)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Quarter-Life Crisis pada mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten serta implikasinya dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 100 mahasiswa penerima KIP-K yang dipilih menggunakan teknik systematic sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Quarter-Life Crisis berdasarkan teori Robbins dan Wilner yang mencakup tujuh aspek: kebimbangan dalam mengambil keputusan, putus asa, penilaian diri yang negatif, terjebak dalam situasi sulit, perasaan cemas, tertekan, dan kekhawatiran terhadap hubungan interpersonal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa penerima beasiswa KIP-K berada pada kategori Quarter-Life Crisis tinggi sebesar 58%, kategori sedang sebesar 38%, dan kategori sangat tinggi sebesar 4%. Aspek yang paling dominan adalah perasaan putus asa dan kecemasan terhadap masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa penerima KIP-K cenderung mengalami tekanan psikologis yang cukup tinggi dalam menghadapi tuntutan akademik dan ekonomi. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam bentuk konseling individual dan kelompok, untuk membantu mahasiswa mengelola kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan strategi koping yang adaptif dalam menghadapi masa transisi menuju kedewasaan.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Quarter-Life Crisis, Mahasiswa, Beasiswa KIP-K, Bimbingan dan Konseling.
Subjek: 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 158 Terapan Psikologi > 158.3 Psikologi Konseling, Penyuluhan, Pemberian Nasehat dan Wawancara
Divisi: Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam
User Penyetor: S.E. Amelia Nurazizah Wijaya
Tanggal Disetorkan: 19 Jun 2026 07:19
Perubahan Terakhir: 19 Jun 2026 07:19
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18773

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.