Ali, Haidin (2025) Penciptaan Alam Semesta Menurut Al-Qur’an dan Sains Modern (Studi Komparatif Pemikiran Meurice Becuille dan Mehdi Ghoshani). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_IAT_201320047_Cover.pdf Download (319kB) |
|
|
Teks
S_IAT_201320047_Lampiran Depan.pdf Download (899kB) |
|
|
Teks
S_IAT_201320047_Bab I.pdf Download (357kB) |
|
|
Teks
S_IAT_201320047_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (606kB) |
|
|
Teks
S_IAT_201320047_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (373kB) |
|
|
Teks
S_IAT_201320047_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (698kB) |
|
|
Teks
S_IAT_201320047_Bab V.pdf Download (168kB) |
|
|
Teks
S_IAT_201320047_Daftar Pustaka.pdf Download (295kB) |
Abstrak
Penciptaan alam semesta merupakan salah satu topik yang menjadi perhatian utama dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari agama hingga sains. Dalam konteks Islam, Al-Qur‟an sebagai kitab suci umat Muslim telah memberikan berbagai isyarat tentang proses penciptaan alam semesta yang dapat ditafsirkan secara beragam. Penafsiran ini sering kali dibandingkan dengan temuan ilmiah modern, seperti teori Big Bang, yang menjadi salah satu penjelasan utama tentang asal-usul alam semesta dalam sains kontemporer. Maurice Bucaille, seorang dokter dan penulis asal Prancis, melalui karyanya The Bible, The Qur’an and Science, berpendapat bahwa Al-Qur‟an memiliki keselarasan yang luar biasa dengan temuan ilmiah modern. Ia menyoroti ayat-ayat tertentu yang berbicara tentang penciptaan alam semesta, seperti proses pemisahan langit dan bumi dan penciptaan segala sesuatu dari air. Bucaille menekankan bahwa wahyu Al-Qur‟an tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan, tetapi justru mendahului temuan ilmiah yang baru dipahami manusia di eramodern. Di sisi lain, Mehdi Ghoshani, seorang cendekiawan Muslim, menawarkan pendekatan yang lebih filosofis dan teologis terhadap teks Al-Qur‟an. Ia memandang konsep penciptaan sebagai bagian dari sistem kosmik yang dikehendaki oleh Allah SWT, dengan fokus pada nilai-nilai spiritual dan metafisika yang mendasari fenomena tersebut. Ghoshani berpendapat bahwa wahyu Al-Qur‟an seharusnya dipahami sebagai panduan holistik, bukan sekadar rujukan terhadap fakta ilmiah. Meskipun keduanya memiliki pendekatan yang berbeda, baik Bucaille maupun Ghoshani sepakat bahwa Al-Qur‟an mengandung banyak informasi yang relevan dengan eksplorasi ilmiah. Hal ini menunjukkan potensi dialog yang kaya antara agama dan sains dalam memahami alam semesta. Namun, hingga saat ini, belum banyak penelitian yang secara khusus membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut, terutama dalam konteks penciptaan alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan melakukan kajian komparatif terhadap pandangan Maurice Bucaille dan Mehdi Ghoshani. Penelitian ini tidak hanya akan membahas kesamaan dan perbedaan pandangan mereka, tetapi juga mencoba menggali relevansi pemikiran keduanya terhadap pemahaman modern tentang hubungan antara Al-Qur‟an dan sains. Rumusan masalah dalam penelitia ini yaitu: 1) Bagaimana pemikiran Meurice Bucaille dan Mehdi Gholshani terhadap al-Qur‟an dan sains modern ? 2) Apa saja temuan-temuan ilmu sains modern yang sesuai dengan ungkapan al-Qur‟an? 3) Bagaimana komperasi pemikiran antara Meurice Bucaille dan Mehdi Gholshani terhadap penciptaan alam semesta ?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). yang dianalisis dengan metode komparatif (perbandingan). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku La Bible, le Coran et la Science karya Meurice Bucaille dan buku The Holy Qur’an And The Sciences Of Nature karya Mehdi Gholshani Sedangkan Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yakni sumber yang ditulis oleh orang lain mengenai al-Qur‟an, pimikiran Meurice Bucaille dan Mehdi Ghulsyani, dan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ini. Data ini dapat berupa jurnal, kitab tafsir, artikel, dan sumber-sumber lain yang relevan. Data ini dapat berupa jurnal, kitab tafsir, artikel, dan sumber-sumber lain yang relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa baik Maurice Bucaille maupun Mehdi Ghoshani memberikan kontribusi penting dalam memahami penciptaan alam semesta dari perspektif Al-Qur‟an. Maurice Bucaille menunjukkan bahwa Al-Qur‟an memiliki keselarasan yang luar biasa dengan temuan ilmiah modern, seperti teori Big Bang, dengan menekankan bahwa wahyu Al-Qur‟an mendahului ilmu pengetahuan manusia. Di sisi lain, Mehdi Ghoshani memfokuskan pada nilai-nilai spiritual dan metafisik, memandang Al-Qur‟an sebagai panduan holistik yang melampaui fakta ilmiah semata. Meskipun terdapat perbedaan pendekatan, keduanya sepakat bahwa Al-Qur‟an memberikan dasar yang kuat untuk memahami asal-usul dan struktur alam semesta. Pendekatan Bucaille menyoroti harmoni antara wahyu dan sains, sedangkan pandangan Ghoshani menekankan integrasi spiritual dalam memahami fenomena alam. Penelitian ini menegaskan relevansi dialog antara agama dan sains, serta menunjukkan bahwa Al-Qur‟an tidak hanya memberikan pengetahuan ilmiah tetapi juga membimbing manusia menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang penciptaan alam semesta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang hubungan antara agama dan sains, serta menjadi pijakan bagi penelitian lebih lanjut dalam mengintegrasikan nilai-nilai teologis dan ilmiah dalam konteks modern.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Penciptaan alam semesta, Maurice Bucaille, Mehdi Ghoshani |
| Subjek: | 2x1 Al Quran dan ilmu yang terkait > 2x1.3 Tafsir Al-Quran |
| Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Adab > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 17 Jun 2026 07:49 |
| Perubahan Terakhir: | 17 Jun 2026 07:49 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18756 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
