Pramesti, Handewi Ayu (2025) Nilai Keislaman dalam Seni Tradisional Debus di Menes Pandeglang (Studi Kasus Debus di Padepokan Maung Pande). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_KPI_211330021_Cover.pdf Download (197kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330021_Lampiran Depan.pdf Download (2MB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330021_BAB I.pdf Download (310kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330021_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (375kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330021_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (287kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330021_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (509kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330021_BAB V.pdf Download (187kB) |
|
|
Teks
S_KPI_211330021_Daftar Pustaka.pdf Download (244kB) |
Abstrak
Tradisi Debus merupakan salah satu warisan budaya khas Banten yang memiliki dimensi religius dan filosofis mendalam. Kesenian ini pada awalnya berakar pada tradisi lokal yang bersifat magis, namun sejak masa Sultan Maulana Hasanuddin, Debus mengalami proses islamisasi dan dimanfaatkan sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam melalui doa, dzikir, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Seiring perkembangan zaman, makna spiritual Debus mengalami pergeseran dan sering dipersepsikan sebagai pertunjukan mistis semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam seni tradisional Debus di Menes, Pandeglang, serta memahami bagaimana prosesi, simbol, dan pandangan masyarakat terhadap pertunjukan Debus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa rumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana gambaran prosesi dan simbol dalam tradisi Debus di Padepokan Maung Pande, Menes Pandeglang? 2. Bagaimana nilai keislaman dan nilai budaya yang ada dalam tradisi Debus di Padepokan Maung Pande, Menes Pandeglang?3. Bagaimana pandangan masyarakat mengenai tradisi Debus di Padepokan Maung Pande Menes, Pandeglang? Metodologi penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus dan teknik yang digunakan yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menafsirkan makna-makna yang muncul dalam setiap tahapan prosesi, simbol-simbol yang digunakan, serta pandangan masyarakat dalam konteks nilai-nilai keislaman dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan Debus terdiri dari beberapa tahap, yaitu persiapan, pembukaan dengan doa dan dzikir, pemanasan melalui gerakan silat, pertunjukan inti berupa atraksi kekebalan tubuh, dan penutupan dengan doa penyucian. Setiap tahap mengandung nilai spiritual dan simbolik yang menggambarkan perpaduan antara ajaran Islam dan budaya lokal. Nilai keislaman yang terkandung di dalamnya mencakup ketakwaan, tawakal, kesabaran, keberanian, serta keyakinan bahwa segala kekuatan hanya berasal dari Allah SWT. Sementara itu, unsur budaya lokal seperti penggunaan bunga tujuh rupa, minuman tujuh rasa, dan mantra tradisional menunjukkan keberlanjutan nilai-nilai leluhur yang diharmonisasikan dengan ajaran Islam.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Debus, Nilai Keislaman, Seni Tradisional |
| Subjek: | 2x6 Sosial Budaya Islam > 2x6.7 Kesenian Islam, Kebudayaan Islam, Seni Islam, Budaya Islam |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| User Penyetor: | S.Hum Prihantini Noor Akmalia |
| Tanggal Disetorkan: | 21 Mei 2026 04:11 |
| Perubahan Terakhir: | 21 Mei 2026 04:11 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18641 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
