Nurhadi, Dede (2025) الهيمنة الاستعمارية على المهمشين في رواية تفصيل ثانوي لأدانيا شبلي (دراسة في النقد ما بعد الاستعمار لغياترى سبيفاك). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BSA_201360023_Cover.pdf Download (225kB) |
|
|
Teks
S_BSA_201360023_Lampiran Depan.pdf Download (852kB) |
|
|
Teks
S_BSA_201360023_BAB I.pdf Download (591kB) |
|
|
Teks
S_BSA_201360023_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (683kB) |
|
|
Teks
S_BSA_201360023_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (622kB) |
|
|
Teks
S_BSA_201360023_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (566kB) |
|
|
Teks
S_BSA_201360023_BAB V.pdf Download (389kB) |
|
|
Teks
S_BSA_201360023_Daftar Pustaka.pdf Download (486kB) |
Abstrak
Pendekatan postkolonial dalam sastra berfokus dengan teks-teks sastra yang mengungkap bekas-bekas pertemuan kolonial, konfrontasi ras, bangsa, dan kebudayaan yang di bawah kondisi hubungan kekuasaan tak setara. Dalam penelitian ini membahas novel Tafsil Tsawani karya Adania Shibil yang ditinjau melalui teori sastra postkolonial subaltern perspektif Gayatri Spivak. Secara keseluruhan, Tafsil Tsanawi menceritakan penjajahan Israel terhadap Palestina yang dibagi ke dalam dua bab. Pada bab pertama, mengisahkan satu tragedi pembunuhan di tengah Nakba 1948. Sedangkan pada bab kedua, mengisahkan investigasi seorang pegawai kantoran terhadap peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi subaltern dalam novel Tafṣīl Tsānawī serta menjelaskan dampak dominasi kolonial terhadap posisi dan pengalaman subaltern di dalamnya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan, dalam novel Tafsil Tsanawi, subjek subaltern direpresentasikan oleh dua tokoh utama, yakni “Gadis Badui” dan Tokoh “Aku”. Keduanya merupakan subaltern sekaligus perempuan. Sebagai subaltern, keduanya diposisikan di dalam sistem yang timpang dan tidak adil oleh para penjajah atau kolonial, yakni tentara Israel. Selain itu, ketidakadilan dari sistem kolonialisme memberikan dampak kepada kedua subjek subaltern, baik dari segi fisik atau segi batin. Dalam teorinya tentang subaltern, Gayatri Spivak menyatakan bahwa kolonialisme selalu menempatkan subaltern sebagai pihak tertindas.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Tafsil Tsanawi, Adania Shibli, postkolonial, subaltern, Gayatri Spivak |
| Subjek: | 800 Sastra, Retorika & Kritik > 890 lainnya literatur > 892 Afro-Asiatic literatures; Semitic literatures |
| Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Adab > Bahasa dan Sastra Arab |
| User Penyetor: | S.Hum Prihantini Noor Akmalia |
| Tanggal Disetorkan: | 04 Mei 2026 02:23 |
| Perubahan Terakhir: | 04 Mei 2026 02:23 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18564 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
