Novita, Dian (2025) Peran Pengasuh dalam Proses Rekonvalesensi Pasien Rehabilitasi Jiwa di Yayasan Assyifa Amalindo Pratama Kecamatan Waringinkurung Kabupaten Serang-Banten. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340132_Cover.pdf Download (502kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340132_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340132_Bab I.pdf Download (561kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340132_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (842kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340132_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (914kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340132_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (928kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340132_Bab V.pdf Download (492kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340132_Daftar Pustaka.pdf Download (570kB) |
Abstrak
Rekonvalesensi pasien rehabilitasi jiwa merupakan proses penting dalam pemulihan kesehatan mental yang memerlukan dukungan holistik, terutama dari pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengasuh dalam proses Rekonvalesensi pasien rehabilitasi jiwa di Yayasan Assyifa Amalindo Pratama, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang-Banten, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat proses Rekonvalesensi pasien rehabilitasi jiwa di Yayasan Assyifa Amalindo Pratama. Pengasuh memegang peranan penting dalam pemulihan pasien melalui pendampingan, pemberian dukungan emosional, dan pelaksanaan program rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh berperan sebagai fasilitator, motivator, dan penghubung antara pasien dengan lingkungan sosial. Kehadiran pengasuh yang konsisten dan empatik terbukti mampu membantu pasien dalam meningkatkan kestabilan emosi, keterampilan sosial, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat. Faktor pendukung penelitian ini meliputi dukungan keluarga, pendekatan spiritual di yayasan, lingkungan yang kondusif, serta dedikasi pengasuh dalam memberikan pelayanan. Sedangkan Faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya manusia (jumlah pengasuh yang terbatas), minimnya fasilitas penunjang, stigma masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa, serta kondisi pasien yang fluktuatif. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi pengasuh dalam menunjang efektivitas proses Rekonvalesensi pasien rehabilitasi jiwa, hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi yayasan rehabilitasi lain dalam pembinaan pengasuh berbasis spiritual.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pengasuh, rekonvalesensi, rehabilitasi jiwa |
| Subjek: | 300 Ilmu-ilmu Sosial > 360 Sosial masalah & layanan sosial > 362 Kesejahteraan Sosial, Permasalahan dan Layanan Sosial |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 03 Mar 2026 07:28 |
| Perubahan Terakhir: | 03 Mar 2026 07:28 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18327 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
