Mahmud, Salsazana Sephira (2025) Layanan Informasi Berbasis Digital untuk Mengatasi Kecemasan Sosial. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_201520072_Cover.pdf Download (401kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520072_Lampiran Depan.pdf Download (917kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520072_Bab I.pdf Download (247kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520072_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (381kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520072_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (370kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520072_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (881kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520072_Bab V.pdf Download (152kB) |
|
|
Teks
S_BKI_201520072_Daftar Pustaka.pdf Download (179kB) |
Abstrak
Fenomena kejahatan digital yang melibatkan aplikasi WhatsApp marak terjadi dan berdampak buruk pada kondisi psikologis individu, khususnya kalangan remaja yang aktif dalam organisasi sosial seperti Karang Taruna. Serangan hacker melalui penyebaran file dalam format Android Package Kit (APK) yang menyamar sebagai dokumen PDF mengakibatkan beberapa remaja menjadi korban, menimbulkan kecemasan sosial berupa perasaan takut, cemas, dan tidak nyaman saat berinteraksi sosial. Di lingkungan Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Perumahan Puri Permai 1, serangan ini bukan hanya berdampak secara personal, tetapi juga mengganggu hubungan sosial dan partisipasi aktif remaja dalam kegiatan Karang Taruna Patriot Sebelas (PATLAS). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Bagaimana tingkat kecemasan sosial remaja Karang Taruna (PATLAS) sebelum diberikan layanan informasi berbasis digital? (2)Bagaimana tingkat kecemasan sosial remaja Karang Taruna (PATLAS) setelah diberikan layanan informasi berbasis digital? Layanan informasi diberikan secara langsung dalam bentuk edukasi dan diskusi kelompok, namun materi yang disampaikan berfokus pada edukasi digital, khususnya mengenai keamanan aplikasi WhatsApp, termasuk cara mengaktifkan fitur-fitur keamanan untuk mencegah serangan hacker. Selain itu, perubahan kondisi responden juga terlihat dari meningkatnya kembali partisipasi mereka dalam komunikasi dan interaksi sosial melalui media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif quasi experimental. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 16 remaja Karang Taruna PATLAS berusia antara 12 hingga 23 tahun. Hasil menunjukkan bahwa setelah diberikannya layanan informasi berbasis digital, kelas eksperimen yakni (BLA, NRF, DWI, AFA, SHF, DHT, VLN, ANR) mengalami penurunan tingkat kecemasan sosial. Setelah dilakukan uji wilcoxon, nilai signifikansi pada kelompok eksperimen 0,012. eksperimen dan 0,611 pada kelompok kontrol. Sesuai dengan dasar keputusan bahwa hasil tersebut > nilai alpha 0,05 yang berarti tidak adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah layanan informasi diterapkan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Layanan informasi berbasis digital, kecemasan sosial, remaja, karang taruna |
| Subjek: | 300 Ilmu-ilmu Sosial > 360 Sosial masalah & layanan sosial > 362 Kesejahteraan Sosial, Permasalahan dan Layanan Sosial |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 20 Feb 2026 04:07 |
| Perubahan Terakhir: | 20 Feb 2026 04:07 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18233 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
