Mulyani, Siti (2025) Studi Respons Pertumbuhan dan Fisiologi Lima Varietas Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) pada Mikroklimat yang Berbeda. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BIO_211710056_Cover.pdf Download (218kB) |
|
|
Teks
S_BIO_211710056_Lampiran Depan.pdf Download (631kB) |
|
|
Teks
S_BIO_211710056_Bab I.pdf Download (216kB) |
|
|
Teks
S_BIO_211710056_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (672kB) |
|
|
Teks
S_BIO_211710056_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (279kB) |
|
|
Teks
S_BIO_211710056_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (366kB) |
|
|
Teks
S_BIO_211710056_Bab V.pdf Download (175kB) |
|
|
Teks
S_BIO_211710056_Daftar Pustaka.pdf Download (224kB) |
Abstrak
Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) adalah komoditas hortikultura yang penting di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi dan manfaat dalam pangan serta kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lingkungan tumbuh (mikroklimat) pada pertumbuhan, hasil, dan respons fisiologis bawang merah. Kami menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Split Plot dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Lokasi penelitian terdiri atas dua kondisi mikroklimat berbeda: lahan terbuka dan screen house. Analisis data dilaksanakan menggunakan analisis ragam dua arah (Two-way ANOVA) dan uji Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroklimat memengaruhi secara signifikan pertumbuhan, hasil, dan respons fisiologis bawang merah, kecuali pada jumlah daun dan kadar prolin. Di lahan terbuka, produktivitas dan efisiensi fotosintesis meningkat meskipun terjadi indikasi stres oksidatif (kadar H₂O₂ 17,84 nmol/g). Varietas TSS 1 Agrihorti tampil sebagai varietas unggul dengan jumlah anakan mencapai 11,42, bobot umbi segar 9,05 g/tanaman, bobot umbi kering 3,55 g/tanaman, dan klorofil total 57,95 unit SPAD. Sebaliknya, di screen house, kadar H₂O₂ lebih rendah (8,75 nmol/g), tetapi pertumbuhan dan klorofil total umumnya mengalami penurunan, kecuali varietas Bima Brebes menunjukkan kinerja yang paling stabil di kedua lokasi berdasarkan parameter tinggi tanaman dan klorofil total. Penelitian ini memberikan informasi berharga untuk pengembangan strategi budidaya bawang merah yang adaptif terhadap lingkungan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Bima brebes, hidrogen peroksida, prolin, stres oksidatif, TSS 1 Agrihorti |
| Subjek: | 600 Teknologi > 630 Pertanian > 635 Tanaman Kebun, Hortikultura, Sayur-Mayur, Sayuran > 635.2 Umbi-umbian |
| Divisi: | Fakultas Saintek > Biologi |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 18 Feb 2026 07:30 |
| Perubahan Terakhir: | 18 Feb 2026 07:30 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18218 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
