Maghfirah, Nadiya Farah (2025) Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus di Kampung Ekowisata Melalui Program Rumah Bina Kreatif Indonesia (RBKI) Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_PMI_211380032_Cover.pdf Download (101kB) |
|
|
Teks
S_PMI_211380032_Lampiran Depan.pdf Download (505kB) |
|
|
Teks
S_PMI_211380032_BAB I.pdf Download (166kB) |
|
|
Teks
S_PMI_211380032_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (259kB) |
|
|
Teks
S_PMI_211380032_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (361kB) |
|
|
Teks
S_PMI_211380032_BAB IV & V.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (993kB) |
|
|
Teks
S_PMI_211380032_BAB VI.pdf Download (35kB) |
|
|
Teks
S_PMI_211380032_Daftar Pustaka.pdf Download (182kB) |
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program pemberdayaan yang dilakukan oleh Rumah Bina Kreatif Indonesia (RBKI) terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kampung Ekowisata Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, serta dampak dari program tersebut terhadap kemandirian anak-anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemberdayaan anak berkebutuhan khusus agar mereka memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk hidup mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RBKI melaksanakan program pelatihan keterampilan vokasional bagi anak berkebutuhan khusus pasca sekolah melalui empat pilar utama yaitu ekonomi kreatif, tata boga, olahraga, dan berkebun. Metode pelatihan lebih menekankan pada praktik langsung yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Penelitian ini dianalisis dengan pendekatan teori pemberdayaan inklusi Paulo Freire yang meliputi penyadaran kritis, dialog & partisipasi aktif, refleksi & aksi, dan humanisasi. Dampak dari program ini terlihat pada peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, serta kemampuan sosial anak. dukungan komunitas, terutama dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), menjadi faktor kunci dalam keberhasilan progam. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal fasilitas, pemasaran produk, dan keterbatasan sumber daya manusia. Secara keseluruhan, program RBKI telah berhasil menciptakan ruang pembelajaran yang inklusif dan memberdayakan anak berkebutuhan khusus sesuai prinsip pemberdayaan masyarakat Paulo Freire. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pemberdayaan komunitas berbasis keterampilan bagi kelompok rentan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pemberdayaan, Anak Berkebutuhan Khusus, Kampung Ekowisata, RBKI, Inklusi Sosial |
| Subjek: | 300 Ilmu-ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.3 Interaksi Sosial dalam Kelompok |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Pengembangan Masyarakat Islam |
| User Penyetor: | S.Hum Prihantini Noor Akmalia |
| Tanggal Disetorkan: | 29 Jan 2026 09:02 |
| Perubahan Terakhir: | 29 Jan 2026 09:02 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18152 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
