Pergeseran Makna Ziarah Makam Wali Sultan Maulana Hasanuddin Banten (Studi Analisis Interaksionisme Simbolik pada Generasi Z)

Supe'i, Supe'i (2025) Pergeseran Makna Ziarah Makam Wali Sultan Maulana Hasanuddin Banten (Studi Analisis Interaksionisme Simbolik pada Generasi Z). Magister thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
T_SII_232631108_Cover.pdf

Download (285kB)
[img] Teks
T_SII_232631108_Lampiran Depan.pdf

Download (664kB)
[img] Teks
T_SII_232631108_Bab I.pdf

Download (281kB)
[img] Teks
T_SII_232631108_Bab II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (245kB)
[img] Teks
T_SII_232631108_Bab III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (241kB)
[img] Teks
T_SII_232631108_Bab IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (637kB)
[img] Teks
T_SII_232631108_Bab V.pdf

Download (92kB)
[img] Teks
T_SII_232631108_Daftar Pustaka.pdf

Download (284kB)

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pada fenomena perubahan perspektif generasi Z terhadap tradisi ziarah, yang sebelumnya dipahami secara sakral sebagai praktik spiritual, sekarang mengalami pergeseran makna menjadi aktivitas yang terintegrasi dengan aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Fenomena ini mencerminkan adanya dinamika interaksi simbolik dalam tradisi keagamaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan dari generasi Z, observasi di lapangan di area makam Sultan Maulana Hasanuddin, serta dokumentasi yang mendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer, yang menekankan pentingnya simbol, makna, dan interaksi sosial dalam membentuk realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z cenderung memaknai ziarah tidak hanya sebagai ibadah spiritual untuk mendo’akan tokoh yang dizaharahinya, tetapi juga sebagai sarana ekspresi identitas, ruang interaksi sosial, media rekreasi, dan bahkan konten digital di platform media sosial. Pergeseran makna ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan teknologi digital, penetrasi media sosial, globalisasi budaya, serta komersialisasi ruang ziarah yang semakin menjadikan situs makam sebagai tujuan wisata religi. Dampak dari pergeseran tersebut adalah berkurangnya kesakralan praktik ziarah, munculnya aktivitas ekonomi informal di sekitar makam, serta transformasi tradisi ziarah yang menjadi lebih terbuka terhadap kepentingan non-religius. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian generasi Z yang masih terhubung dengan pesantren atau komunitas religius tetap mempertahankan makna spiritual ziarah sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin. Oleh karena itu, tradisi ziarah tidak sepenuhnya kehilangan makna aslinya, melainkan mengalami diversifikasi pemaknaan sesuai dengan konteks generasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik bagi kajian sosial-keagamaan, khususnya dalam memahami dinamika perubahan tradisi keagamaan di era modern.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Magister)
Kata Kunci (keywords): Pergeseran makna, ziarah, interaksionisme simbolik, generasi z
Subjek: 2x4 Fiqh > 2x4.16 Pengurusan Jenazah > 2x4.164 Ziarah Kubur
Divisi: Magister > Studi Islam Interdisipliner
User Penyetor: S.S.I Fadhilah NH
Tanggal Disetorkan: 28 Jan 2026 01:56
Perubahan Terakhir: 28 Jan 2026 01:56
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18124

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.