Imanudin, Imanudin (2025) Mediasi Konflik Suami Istri sebagai Strategi Pencegahan Perceraian: Studi Kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Pandeglang Tahun 2023-2024. Magister thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
T_HKI_232611111_Cover.pdf Download (110kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611111_Lampiran Depan.pdf Download (700kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611111_Bab I.pdf Download (485kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611111_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (560kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611111_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (340kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611111_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (605kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611111_Bab V.pdf Download (174kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611111_Daftar Pustaka.pdf Download (245kB) |
Abstrak
Tingkat perceraian di Kabupaten Pandeglang menunjukkan angka yang signifikan dan terus mengalami peningkatan. Perceraian tidak hanya memiliki dampak hukum dan sosial, tetapi juga psikologis yang mendalam bagi suami, istri, dan terutama anak. Pengadilan Agama Kabupaten Pandeglang sebagai institusi yang berwenang menyelesaikan sengketa pernikahan memiliki peran krusial, tidak hanya sebagai penetap putusan hukum, tetapi juga sebagai fasilitator yang berupaya mendamaikan para pihak melalui proses mediasi. Mediasi konflik diajukan sebagai strategi utama dalam upaya pencegahan perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis efektivitas proses mediasi dalam mencegah perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Pandeglang. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan mediasi. (3) Menganalisis strategi yang diterapkan mediator untuk mencapai kesepakatan damai antara suami istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Hakim Mediator, Panitera, dan para pihak yang menjalani proses mediasi. Selain itu, dilakukan observasi terhadap proses mediasi dan studi dokumen terhadap berkas-berkas perkara yang telah melalui tahap mediasi pada tahun 2023-2024. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mediasi terbukti cukup efektif sebagai strategi pencegahan perceraian, ditunjukkan dengan sejumlah perkara yang berhasil didamaikan dan dicabut kembali oleh para pihak. (2) Faktor pendukung meliputi kompetensi mediator, kesadaran para pihak akan dampak negatif perceraian, dan dukungan keluarga. Sementara faktor penghambat utamanya adalah konflik yang sudah sangat mendalam, ketidakhadiran salah satu pihak, dan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang parah. (3) Strategi mediator meliputi pendekatan kekeluargaan, komunikasi efektif, explorative questioning untuk menemukan akar masalah, serta memberikan pencerahan tentang konsekuensi hukum dan sosial dari perceraian. Mediasi konflik merupakan strategi yang esensial dan efektif dalam upaya pencegahan perceraian. Keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan mediator dan keseriusan para pihak untuk berdamai. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan penguatan kapasitas mediator secara berkelanjutan dan sosialisasi yang lebih gencar kepada masyarakat tentang pentingnya menyelesaikan konflik rumah tangga secara damai sebelum berujung ke pengadilan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Magister) |
|---|---|
| Subjek: | 2x4 Fiqh > 2x4.3 Hukum Perkawinan / Munakahat |
| Divisi: | Magister > Hukum Keluarga Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 20 Jan 2026 02:31 |
| Perubahan Terakhir: | 20 Jan 2026 02:31 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18074 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
