Makna As-Siḥr dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)

Takrim, Rizki Mujib (2025) Makna As-Siḥr dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_IAT_211320015_Cover.pdf

Download (673kB)
[img] Teks
S_IAT_211320015_Lampiran Depan.pdf

Download (1MB)
[img] Teks
S_IAT_211320015_Bab I.pdf

Download (849kB)
[img] Teks
S_IAT_211320015_Bab II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (492kB)
[img] Teks
S_IAT_211320015_Bab III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (820kB)
[img] Teks
S_IAT_211320015_Bab IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (783kB)
[img] Teks
S_IAT_211320015_Bab V.pdf

Download (417kB)
[img] Teks
S_IAT_211320015_Daftar Pustaka.pdf

Download (424kB)

Abstrak

Latar belakang penelitian ini ialah adanya perbedaan, dalam sudut pandang bahasa arab khususnya Al-Qur’an, sihir atau As-Siḥr memiliki makna yang beragam tergantung bagaimana konteks turunnya ayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Teori segitiga Triadic Peirce mempertimbangkan Ground atau latar belakang pemahaman dalam memahami interpretasi suatu tanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi kata As-Siḥr dalam Al-Qur’an dan mengetahui makna kata As-Siḥr dalam Al-Qur’an dengan perspektif Semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode riset kepustakaan (Library Research). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis, yakni menggambarkan dan menguraikan data-data penafsiran Al Qur’an menggunakan analisis Semiotika Charles Sanders Peirce. Pada penelitian ini dibagi beberapa tahapan, yakni mengumpulkan ayat Al-Qur’an yang memiliki term As-Siḥr, mengklasifikasikan ayat berdasarkan agensinya, mengungkapkan redaksi dan konteks kata As-Siḥr (Firstness), mengungkapkan makna kata As-Siḥr dalam penafsiran Al-Qur’an (Thirdness). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata As-Siḥr memiliki beberapa klasifikasi, dari derivasi dan agensi. Dalam Al-Qur’an kata As-Siḥr disebut dengan enam derivasi, yakni isim fā`il ṡulaṡi mujarrad (Sāḥir), isim maf`ūl ṡulaṡi mujarrad (Masḥuur), isim maf`ūl wazan fa’ala (Musaḥḥar), isim ṣigat Asḥār, isim ṣigat Saḥḥār, isim ṣigat siḥr, fi’il māḍī ṡulaṡi mujarrad (Saḥara), fi`il muḍāri` ṡulaṡi mujarrad (Tasḥaru dan Tusḥaru). Dari agensinya, kata As-Siḥr memiliki dua sisi, yakni agensi orang beriman dan agensi orang kafir. Agensi orang beriman yakni kata As-Siḥr yang disebutkan oleh Nabi yang dikisahkan dalam Al-Qur’an atau Allah berfirman langsung. Agensi orang kafir yakni kata As-Siḥr yang disebutkan oleh orang kafir yang dikisahkan oleh Al-Qur’an. Berdasarkan pada diskusi Q.S. Al Baqarah: 102 dan Q.S. Al-Mudaṡṡir: 24 dari perspektif Peirce, penelitian ini menemukan bahwa bagi orang beriman iman dan takwa kepada Allah lebih penting dari pada mempelajari sihir, yang berpotensi mendatangkan siksa. Sementara itu, ditemukan penemuan lain bahwa orang kafir yang menganggap Al-Qur’an adalah sihir didasarkan pada kesombongan dan ketidakmampuan mereka menandingi mukjizat Al-Qur’an.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Subjek: 2x1 Al Quran dan ilmu yang terkait > 2x1.3 Tafsir Al-Quran
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Ilmu Alquran dan Tafsir
User Penyetor: S.S.I Fadhilah NH
Tanggal Disetorkan: 31 Des 2025 02:32
Perubahan Terakhir: 31 Des 2025 02:32
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17963

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.