Nurrohmah, Mutia Zahra (2025) Strategi Coping Religius Dalam Proses Penerimaan Diri Pada Ibu Single parent Yang Memiliki Anak Down syndrome (Studi Skh Al-Mawaddah, Kaujon, Serang, Banten). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340176_COVER.pdf Download (105kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340176_HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340176_BAB I.pdf Download (328kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340176_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (469kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340176_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (151kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340176_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (862kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340176_BAB V.pdf Download (78kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340176_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (134kB) |
Abstrak
Peran sebagai ibu tunggal merupakan peran yang sangat sulit, kondisi ini menjadi semakin kompleks ketika harus merawat anak dengan kebutuhan khusus seperti Down Syndrome. Kondisi ini seringkali menimbulkan tekanan fisik, emosional, dan finansial yang diperburuk oleh stigma sosial dan minimnya dukungan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, coping religius menjadi salah satu mekanisme adaptif yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stres yang dialami ibu single parent dengan anak Down syndrome di SKH Al-Mawaddah, Serang, Banten; mengidentifikasi bentuk coping religius yang diterapkan dalam proses penerimaan diri; serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan lima ibu sebagai subjek utama dan lima informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres yang dialami bersifat multidimensional, meliputi tekanan emosional, sosial, dan ekonomi. Fase awal diagnosis biasanya ditandai dengan penolakan, lalu berkembang menjadi penerimaan seiring waktu. Coping religius positif seperti peningkatan ibadah, memaknai anak sebagai amanah Tuhan, dan keterlibatan dalam komunitas keagamaan lebih dominan digunakan. Sementara coping religius negatif, seperti mempertanyakan keadilan Tuhan, cenderung muncul di awal dan berkurang seiring penerimaan diri. Faktor pendukung meliputi keyakinan agama yang kuat, dukungan keluarga, dan lingkungan sekolah yang inklusif, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan ekonomi, kelelahan fisik, dan tekanan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coping religius menjadi kunci penting dalam membantu ibu single parent menemukan makna, ketenangan, dan kekuatan spiritual dalam menjalani peran pengasuhan. Oleh karena itu, diperlukan program pendampingan berbasis religiusitas dan dukungan sosial yang menyeluruh guna meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu dan anak.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Coping religius, penerimaan diri, ibu single parent, Down Syndrome, stres pengasuhan. |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 158 Terapan Psikologi > 158.3 Psikologi Konseling, Penyuluhan, Pemberian Nasehat dan Wawancara |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.E. Amelia Nurazizah Wijaya |
| Tanggal Disetorkan: | 18 Des 2025 08:55 |
| Perubahan Terakhir: | 18 Des 2025 08:55 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17882 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
