Lestari, Sri Ayu (2025) Postpartum Blues Pada Wanita Dari Generasi Z Dan Generasi Milenial Di Kampung Bukaraya, Desa Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang,. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340079_COVER.pdf Download (768kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340079_LAMPIRAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340079_BAB I.pdf Download (681kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340079_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (888kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340079_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (822kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340079_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (877kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340079_BAB V.pdf Download (529kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340079_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (590kB) |
Abstrak
Pengalaman postpartum blues dapat bervariasi antar generasi. Wanita dari Generasi Z dan generasi milenial memiliki karakteristik yang berbeda dalam menghadapi berbagai masalah, termasuk dalam menghadapi peran baru sebagai ibu. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di era digital dan cenderung lebih terbiasa mencari informasi melalui internet. Sementara generasi milenial lebih mengandalkan pengalaman atau dukungan sosial dari orang-orang terdekat karena sebagian besar sudah memiliki pengalaman sebelumnya. Namun, penelitian mengenai perbedaan pengalaman postpartum blues antara wanita dari Generasi Z dan milenial masih terbatas. Terlebih di lingkungan Kampung Bukaraya. Pemahaman mengenai bagaimana kedua generasi ini mengalami, merasakan, dan mengatasi postpartum blues sangat penting, terutama untuk merumuskan pendekatan dukungan psikologis yang lebih efektif sesuai dengan karakteristik masing-masing generasi. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apa faktor penyebab, gejala, dampak, dan cara mengatasi Postpartum blues yang dialami oleh ibu generasi Z dan generasi milenial. Penelitian ini bertujuan:Mengetahui faktor penyebab, gejala, dampak, dan cara mengatasi Postpartum blues yang dialami oleh ibu generasi Z dan generasi milenial. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan jumlah 10 responden, 5 responden dari generasi Z dan 5 responden dari generasi milenial. Menggunakan analisis data metode model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, perbedaan pengalaman antar generasi Z dan generasi milenial terdapat pada penelitian ini. Penyebab postpartum blues meliputi rasa sakit setelah melahirkan, perubahan hormonal, kurang siap menjadi ibu, kesepian, dan si sulung yang rewel. Gejala nya yaitu lelah, sakit, dan malas, sedih dan gembira bergantian, tiba-tiba menangis, mudah marah dan tersinggug, dan kurang nafsu makan. Dampak yang terjadi pada ibu adalah ASI yang dikeluarkan sedikit dan kurangnya pelekatan sehingga bayi menangis karena masih merasa lapar. Ibu generasi Z lebih banyak mengatasi postpartum blues dengan mencari informasi di internet, sedangkan ibu dari generasi milenial lebih mengandalkan pengalaman pribadi. Faktor kecemasan ekonomi lebih dominan dirasakan oleh generasi milenial.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Penyebab postpartum blues, gejala postpartum blues, dampak postpartum blues, dan cara mengatasi postpartum blues. |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 155 Differential & psikologi perkembangan |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.E. Amelia Nurazizah Wijaya |
| Tanggal Disetorkan: | 18 Des 2025 04:37 |
| Perubahan Terakhir: | 18 Des 2025 04:37 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17874 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
