Fauzi, Muhammad Ikhsan (2025) Pola Sebaran dan Dispersi Pisang Liar (Musa acuminata Colla) di Kebun Raya Bogor. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BIO_201710049_Cover.pdf Download (266kB) |
|
|
Teks
S_BIO_201710049_Lampiran Depan.pdf Download (914kB) |
|
|
Teks
S_BIO_201710049_Bab I.pdf Download (218kB) |
|
|
Teks
S_BIO_201710049_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (649kB) |
|
|
Teks
S_BIO_201710049_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (780kB) |
|
|
Teks
S_BIO_201710049_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (214kB) |
|
|
Teks
S_BIO_201710049_Bab V.pdf Download (876kB) |
|
|
Teks
S_BIO_201710049_Daftar Pustaka.pdf Download (332kB) |
Abstrak
Pisang liar (Musa acuminata Colla) merupakan tumbuhan liar berbiji yang memiliki peran penting dalam pengembangan kultivar pisang komersial karena keragaman genetiknya yang tinggi. Jenis ini menjadi sumber plasma nutfah untuk pemuliaan tanaman pisang yang lebih unggul, tahan terhadap hama dan penyakit, serta adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi dispersi pisang liar di Kawasan Kebun Raya Bogor. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran parameter lingkungan, dan pencatatan jumlah individu anakan serta dewasa. Analisis pola sebaran menggunakan Indeks Morisita dengan bantuan perangkat lunak vegan (versi 2.6.8) dan R (versi 4.4.1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pisang liar di Kebun Raya Bogor memiliki pola persebaran mengelompok (clustered), dengan nilai Indeks Morisita sebesar 4,261 untuk anakan dan 6,982 untuk individu dewasa. Faktor abiotik yang mempengaruhi persebaran meliputi topografi (5-20%) ketersediaan air, intensitas cahaya, suhu mikro (25–38°C), kelembapan udara (45–80%), serta kondisi tanah dengan pH netral hingga sedikit asam (6,4–7) dan kandungan nutrisi yang memadai. Sementara itu, faktor biotik meliputi peran hewan penyebar biji seperti kelelawar, burung, dan primata, serta kemampuan reproduksi vegetatif yang tinggi, ditunjukkan oleh jumlah anakan 139 individu yang jauh lebih banyak daripada tanaman dewasa 45 individu. Faktor antropogenik seperti aktivitas manusia pengelolaan kebun, pembangunan infrastruktur, dan pariwisata juga turut mempengaruhi pola sebaran dengan mengubah habitat alami dan persaingan sumber daya. Temuan ini memperkuat pentingnya upaya konservasi in situ dan ex-situ untuk menjaga keberlanjutan keragaman genetik pisang liar, khususnya Musa acuminata Colla, sebagai sumber daya penting bagi perakitan varietas pisang unggul di masa depan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Dispersi, faktor abiotik, kebun raya bogor, pisang liar, pola sebaran |
| Subjek: | 500 Ilmu Pengetahuan Alam dan Mathemetics > 580 Tanaman (Botani) > 581 Topik Khusus tentang Perkembangan Tumbuhan, Perkembangan Tanaman > 581.7 Ekologi Tumbuhan, Tanaman |
| Divisi: | Fakultas Saintek > Biologi |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 08 Des 2025 04:46 |
| Perubahan Terakhir: | 08 Des 2025 04:46 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17835 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
