Oktafiani, Asyifa (2025) Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Religiusitas Ditinjau Dari Jenis Kelamin Remaja. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340014_COVER.pdf Download (324kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340014_LAMPIRAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340014_BAB I.pdf Download (693kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340014_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (720kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340014_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (898kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340014_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (679kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340014_BAB V.pdf Download (506kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340014_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (2MB) |
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecanduan game online dan religiusitas pada remaja, mengetahui perbedaan kecanduan game online dan religiusitas antara remaja laki-laki dan perempuan, serta mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan religiusitas ditinjau dari jenis kelamin remaja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan game online yang tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan kesehatan, tetapi juga pada nilai-nilai religiusitas remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 42 remaja akhir laki-laki dan perempuan berusia 17-21 tahun yang tinggal di Kampung Luwung Sawo, Kota Cilegon, Banten. Instrumen yang digunakan berupa angket skala Likert untuk mengukur tingkat kecanduan game online dan religiusitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecanduan game online lebih tinggi pada remaja perempuan (42,9%) dibandingkan remaja laki-laki (38,1%). Sebaliknya, tingkat religiusitas lebih tinggi pada remaja laki-laki (42,9%) dibandingkan perempuan (38,1%). Fenomena ini menunjukkan bahwa, remaja perempuan cenderung menjadikan game online sebagai pelarian dari tekanan emosi atau kesepian, sehingga lebih rentan mengalami kecanduan. Terdapat perbedaan hubungan antara kecanduan game online dengan religiusitas berdasarkan jenis kelamin. Pada remaja laki-laki, hubungan tersebut tidak signifikan (r = -0,408 p > 0,05), artinya kecanduan game tidak secara langsung memengaruhi tingkat religiusitas mereka karena mereka masih mampu mengatur waktu antara bermain dan menjalankan ibadah. Namun, pada remaja perempuan, hubungan antara kecanduan game online dengan religiusitas sangat signifikan dan negatif kuat (r = -0,668 p < 0,05), menunjukkan bahwa semakin tinggi kecanduan game, semakin rendah tingkat religiusitas mereka. Secara keseluruhan, terdapat hubungan negatif yang cukup kuat antara kecanduan game online dengan religiusitas remaja (r = -0,543 p = 0,01), artinya semakin tinggi tingkat kecanduan game online, maka semakin rendah tingkat religiusitas remaja. Oleh karena itu, peran orang tua, pendidik, dan konselor sangat penting dalam membimbing remaja agar dapat menggunakan teknologi secara bijak tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan mereka.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Kecanduan Game Online, Religiusitas, Jenis Kelamin, Remaja |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 158 Terapan Psikologi > 158.3 Psikologi Konseling, Penyuluhan, Pemberian Nasehat dan Wawancara |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.E. Amelia Nurazizah Wijaya |
| Tanggal Disetorkan: | 19 Nov 2025 02:59 |
| Perubahan Terakhir: | 19 Nov 2025 02:59 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17769 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
