Sanusi, Lutfia (2026) Perceraian Orang Tua Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Memengaruhi Kepercayaan Diri Remaja Akhir (Studi Analisis Di Desa Pabuaran Kecamatan Pabuaran). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340118_COVER.pdf Download (234kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340118_LAMPIRAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340118_BAB I.pdf Download (312kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340118_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (455kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340118_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (436kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340118_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (267kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340118_BAB V.pdf Download (90kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340118_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (283kB) |
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan diri seorang remaja akhir yang menjadi korban perceraian orang tua akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Tempat penelitian ini di Desa Pabuaran Kecamatan Pabuaran, Adapun informan dalam penelitian sejumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Teknis analisis data yang digunakan ialah analisis data dari Miles and Huberman dan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa kondisi kepercayaan diri remaja akhir yang mengalami perceraian orang tua akibat KDRT cenderung berada pada tingkat yang rendah dan tidak stabil. Pengalaman kekerasan, konflik, dan perceraian orang tua membentuk konsep diri yang negative, membuat remaja sering meragukan kemampuan dirinya, takut gagal, serta sulit menilai diri dan situasi secara objektif. Dampak KDRT terhadap kepercayaan diri remaja akhir tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga meluar pada aspek fisik, sosial, dan lingkungan. Secara psikologis, remaja akhir yang menunjukan emosi yang tidak stabil, perasaan cemas, rendah diri, insecure, serta kehilangan rasa aman. Pada dimensi sosial dan lingkungan, remaja akhir cenderung menarik diri, membatasi interaksi sosial, merasa minder, dan kehilangan kenyamanan di lingkungan rumah maupun sekolah. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek psikologis dan spiritual, BKI membantu remaja memahami dan menerima diri, membangun keyakinan terhadap potensi diri, serta menumbuhkan sikap optimis, rasional, dan realistis. Nilai-nilai keimanan, seperti tawakal, sabar, ikhtiar, dan kesadaran akan nilai diri sebagai hamba Allah, menjadi landasan kuat dalam proses pemulihan kepercayaan diri.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Perceraian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Kepercayaan Diri, Remaja Akhir |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 155 Differential & psikologi perkembangan > 155.5 Psikologi Remaja |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.E. Amelia Nurazizah Wijaya |
| Tanggal Disetorkan: | 09 Jul 2026 07:57 |
| Perubahan Terakhir: | 09 Jul 2026 07:57 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18835 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
