Nabilazain, Zaneta Hannan (2025) Pengaruh Konseling Keluarga terhadap Kesehatan Mental Orang Tua Tunggal. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BKI_211340001_Cover.pdf Download (106kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340001_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340001_Bab I.pdf Download (258kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340001_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (440kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340001_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (367kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340001_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (309kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340001_Bab V.pdf Download (159kB) |
|
|
Teks
S_BKI_211340001_Daftar Pustaka.pdf Download (192kB) |
Abstrak
Fenomena orang tua tunggal semakin meningkat dengan berbagai tantangan yang dihadapi, terutama dalam aspek kesehatan mental yang rentan stres, depresi, dan kecemasan akibat peran ganda sebagai pengasuh dan pencari nafkah. Konseling keluarga dianggap berperan penting dalam membantu mengurangi beban psikologis dan meningkatkan kemampuan adaptasi orang tua tunggal. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mengetahui kesehatan mental orang tua tunggal sebelum dan sesudah dilaksanakannya konseling keluarga. 2). Mengetahui pengaruh konseling keluarga terhadap kesehatan mental orang tua tunggal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah orang tua tunggal pernah menjadi klien Pengadilan Agama Kota Serang yang mengalami gangguan kesehatan mental, dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pre-test dan post-test yang menggunakan alat ukur berupa skala likert. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor pre-test responden berada pada rentang nilai antara 91 hingga 133 dengan nilai mean 116,70 dan standar deviasinya 10,001. Setelah perlakuan, skor post-test responden berada pada rentang nilai antara 124 hingga 143 dengan nilai mean 133,90 dan standar deviasinya 6,672. Hasil Paired Sample T-Test yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan nilai signifikansi (2.tailed) 0,001 < 0,05, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, dengan kata lain terdapat pengaruh konseling keluarga terhadap kesehatan mental orang tua tunggal. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan di angka 0,250, artinya, pengaruh dari variabel independen (X) konseling keluarga terhadap variabel depeden (Y) kesehatan mental orang tua tunggal memiliki pengaruh sebesar 25%.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Konseling keluarga, kesehatan mental, orang tua tunggal |
| Subjek: | 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 158 Terapan Psikologi > 158.3 Psikologi Konseling, Penyuluhan, Pemberian Nasehat dan Wawancara |
| Divisi: | Fakultas Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 17 Jun 2026 07:23 |
| Perubahan Terakhir: | 17 Jun 2026 07:23 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18754 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
