Anjani, Silva (2025) Analisis Anomali Geomagnetik sebagai Prekursor Gempa Bumi Menggunakan Metode Polarization Ratio Analysis Berbasis Wavelet Transform di Stasiun Geomagnetik Tanjungsari (TJS) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_FIS_211720026_Cover.pdf Download (491kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720026_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720026_Bab I.pdf Download (229kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720026_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (590kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720026_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (422kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720026_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720026_Bab V.pdf Download (186kB) |
|
|
Teks
S_FIS_211720026_Daftar Pustaka.pdf Download (176kB) |
Abstrak
Kabupaten Sumedang, Jawa Barat berada di zona tektonik aktif yang dipengaruhi oleh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Interaksi antara kedua lempeng ini menyebabkan tingginya frekuensi gempa bumi di wilayah ini dan untuk mengurangi risiko kerugian baik dari segi material maupun korban jiwa diperlukan mitigasi bencana. Salah satu pendekatan mitigasi adalah prediksi jangka pendek gempa, di mana parameter fisik seperti anomali geomagnetik dapat digunakan untuk mendeteksi tanda awal gempa, yang diperoleh melalui investigasi terhadap perkiraan Ultra Low Frequency (ULF) terkait gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan anomali geomagnetik ULF sebagai prekursor gempa bumi menggunakan metode Polarization Ratio Analysis (PRA) berbasis Wavelet Transform (WT). Data yang digunakan berasal dari Stasiun Geomagnetik Tanjungsari (TJS), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan kriteria gempa M ≥ 5 dan kedalaman 70 km (gempa dangkal) dengan rentang waktu yang digunakan Januari 2020 hingga Desember 2021, didapatkan 3 kejadian gempa bumi yang digunakan sebagai studi kasus yaitu gempa bumi 1 pada 10 Maret 2020 (M5.0), gempa bumi 2 pada 25 Oktober 2020 (M5.4), dan gempa bumi 3 pada 27 April 2021 (M5.0). Komponen geomagnetik yang dianalisis adalah rasio vertikal terhadap horizontal pada dua frekuensi optimal yaitu 0,01 Hz dan 0,02 Hz. Hasil analisis menunjukkan adanya anomali geomagnetik signifikan yang muncul sebelum gempa terjadi. Anomali ditandai dengan perubahan energi spectral density yang direpresentasikan melalui rasio polarisasi yang melampaui ambang batas µ±2σ. Hasil polarization ratio menunjukkan adanya peningkatan sekitar 14 minggu sebelum gempa bumi 2 dan signifikan sekitar 4 minggu hingga 2 minggu sebelum gempa bumi 2. Pada gempa bumi 3 mengalami kenaikan sekitar 14 minggu hingga 4 hari sebelum gempa bumi 3 terjadi. Nilai indeks DST setiap anomali geomagnetik yang terdeteksi tidak menunjukkan adanya aktivitas badai geomagnetik global, sehingga hubungan antara anomali geomagnetik ULF yang terdeteksi dengan gempa bumi yang terjadi di wilayah ini dapat dipandang sebagai prekursor gempa bumi.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Anomali geomagnetik, prekursor gempa bumi, polarization ratio, spectral density, wavelet transform |
| Subjek: | 500 Ilmu Pengetahuan Alam dan Mathemetics > 550 Ilmu Bumi & Geologi > 551 Geologi > 551.22 Gempa Bumi, Sismologi |
| Divisi: | Fakultas Saintek > Fisika |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 23 Feb 2026 02:46 |
| Perubahan Terakhir: | 23 Feb 2026 02:49 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18238 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
