Ulum, Bahrul (2025) Kompatibilitas Adat Perkawinan Jawa Banten terhadap Hukum Islam dan UU No 16 tahun 2019 Jo. UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Magister thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
T_HKI_212611003_Cover.pdf Download (88kB) |
|
|
Teks
T_HKI_212611003_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
T_HKI_212611003_Bab I.pdf Download (312kB) |
|
|
Teks
T_HKI_212611003_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (429kB) |
|
|
Teks
T_HKI_212611003_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (293kB) |
|
|
Teks
T_HKI_212611003_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (365kB) |
|
|
Teks
T_HKI_212611003_Bab V.pdf Download (244kB) |
|
|
Teks
T_HKI_212611003_Daftar Pustaka.pdf Download (264kB) |
Abstrak
Penelitian ini membahas kompatibilitas adat perkawinan Jawa Banten terhadap hukum Islam dan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 jo. UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Latar belakang kajian ini berangkat dari fenomena semakin berkurangnya pelaksanaan adat perkawinan akibat modernisasi, globalisasi, serta keterbatasan biaya, yang berpotensi menggeser nilai-nilai luhur dalam tradisi. Rumusan masalah penelitian difokuskan pada bagaimana bentuk praktik tradisi perkawinan masyarakat Kota Serang yang menggunakan adat Jawa Banten, serta bagaimana kedudukannya dalam perspektif ‘urf dan hukum positif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik adat dalam perkawinan serta menganalisis kompatibilitasnya dengan hukum Islam dan hukum nasional. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis empiris dan normatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, serta pasangan pengantin yang melaksanakan adat Jawa. Analisis dilakukan dengan memadukan teori strukturasi Anthony Giddens, konsep syahadah Ibnu Qayyim, dan teori ‘urf dalam hukum Islam, untuk menilai praktik adat dalam perspektif sosial, budaya, dan hukum. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa adat perkawinan Jawa Banten memiliki nilai-nilai luhur yang mendukung pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat. Beberapa prosesi adat dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih karena sejalan dengan prinsip Islam, sedangkan elemen yang bertentangan atau membebani masyarakat perlu direkonstruksi agar tetap relevan. Dalam perspektif hukum positif, adat dapat dilestarikan selama tidak mengabaikan syarat sahnya perkawinan dan pencatatan resmi. Kesimpulannya, adat perkawinan Jawa Banten kompatibel dengan hukum Islam dan hukum nasional sepanjang direkonstruksi sesuai prinsip kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara adat, agama, dan negara untuk menjaga identitas budaya sekaligus menjawab tantangan sosial modern.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Magister) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Adat Jawa, Perkawinan, 'Urf, Keluarga Ideal, Rekonstruksi, Hukum Islam, Modernisasi |
| Subjek: | 2x4 Fiqh > 2x4.3 Hukum Perkawinan / Munakahat |
| Divisi: | Magister > Hukum Keluarga Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 10 Feb 2026 02:10 |
| Perubahan Terakhir: | 10 Feb 2026 02:10 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18168 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
