Saefurrahman, Tb. Asep (2025) Analisis Kritis Pernikahan Anak Usia Dini dalam Perspektif Uṣul Fiqh Kontemporer (Studi Kasus di Desa Kananga Menes Pandeglang). Magister thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
T_HKI_232611114_Cover.pdf Download (74kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611114_Lampiran Depan.pdf Download (747kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611114_Bab I.pdf Download (406kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611114_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (687kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611114_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (252kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611114_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (444kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611114_Bab V.pdf Download (160kB) |
|
|
Teks
T_HKI_232611114_Daftar Pustaka.pdf Download (334kB) |
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pernikahan anak usia dini di Desa Kananga, Menes, Pandeglang, dengan meninjau ulang pemahaman dan penerapan dalil-dalil Uṣul Fiqh klasik yang dijadikan landasan pembenaran, serta menawarkan perspektif Uṣul Fiqh kontemporer yang lebih relevan dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, orang tua, dan anak yang menikah dini, serta observasi partisipatif dan kajian dokumen teks keagamaan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan pendekatan Uṣul Fiqh dan Maqāṣid al-Sharī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kananga masih menggunakan dalil-dalil Uṣul Fiqh klasik secara literal, seperti konsep baligh berdasarkan tanda biologis dan hadis pernikahan Aisyah, tanpa mempertimbangkan konteks sosio-kultural modern. Faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan tradisi lokal memperkuat praktik pernikahan dini. Pendekatan Uṣul Fiqh kontemporer menekankan reinterpretasi dalil dengan prinsip Maqāṣid al Sharī‘ah (melindungi jiwa, akal, keturunan, harta, dan kehormatan), yang menunjukkan bahwa pernikahan anak usia dini cenderung bertentangan dengan kemaslahatan due to dampak negatifnya terhadap kesehatan, pendidikan, dan psikologi anak. Diperlukan integrasi antara pemahaman agama kontekstual, kebijakan pemerintah, dan pemberdayaan Desa untuk mengatasi masalah ini. Pernikahan anak usia dini di Kananga tidak dapat dibenarkan secara syariah jika dilihat dari perspektif Uṣul Fiqh kontemporer yang berorientasi pada Maqāṣid al-Sharī‘ah. Reinterpretasi dalil-dalil klasik dengan mempertimbangkan konteks kekinian dan dampak sosial menjadi kunci untuk merespons isu ini secara lebih adil dan manusiawi.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Magister) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pernikahan anak, usul fiqh kontemporer, maqasid al-shariah, reinterpretasi dalil |
| Subjek: | 2x4 Fiqh > 2x4.3 Hukum Perkawinan / Munakahat > 2x4.31 Nikah |
| Divisi: | Magister > Hukum Keluarga Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 26 Jan 2026 03:57 |
| Perubahan Terakhir: | 26 Jan 2026 03:57 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18102 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
