Asmiatun, Asmiatun (2025) المرأة في شعر الحب لنزارقبان (دراسة النقد الأدبي النسوي). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BSA_211360043_Cover.pdf Download (597kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360043_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360043_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360043_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360043_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360043_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360043_BAB V.pdf Download (301kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360043_Daftar Pustaka.pdf Download (121kB) |
Abstrak
engangkat isu perempuan, femininitas, tubuh, dan kebebasan dalam budaya yang masih kuat dengan sistem patriarki. Puisi-puisinya tidak hanya mengungkapkan cinta dan romantisme, tetapi juga menjadi bentuk perlawanan terhadap berbagai belenggu sosial yang membatasi perempuan di masyarakat Arab. Keberanian Qabbani dalam mengangkat tema ini memicu beragam respons di kalangan kritikus sastra dan studi gender. Penelitian ini mengkaji representasi femininitas dalam Diwan al Hubb karya Nizar Qabbani melalui pendekatan kritik sastra feminis. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan: (1) Bagaimana representasi femininitas dihadirkan dalam Diwan al-Hubb? (2) Apa saja aspek-aspek femininitas yang tampak dalam puisi-puisi tersebut? (3) Bagaimana konteks sosial dan budaya Arab memengaruhi representasi femininitas dalam karya ini? Kajian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kritik feminis, serta berpijak pada pemikiran Simone de Beauvoir, Hélène Cixous, dan Luce Irigaray. Analisis dilakukan terhadap teks-teks puisi yang menggambarkan citra perempuan dalam konteks sosial budayanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qabbani mempresentasikan femininitas sebagai entitas yang kompleks, yang memadukan dimensi sensual, emosional, dan politis. Perempuan dalam puisinya tidak sekadar simbol kecantikan dan cinta, tetapi juga lambang perlawanan terhadap dominasi maskulin. Meski demikian, terdapat ketegangan dalam puisi Qabbani antara dorongan untuk membebaskan perempuan dan kecenderungan untuk mengeksploitasi tubuh perempuan sebagai objek. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra Arab modern dan berkontribusi dalam pengembangan kritik sastra feminis, khususnya dalam membongkar konstruksi gender dalam karya sastra Arab.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Nizar Qabbani, Feminitas, kritik Sastra Feminis, Puisi Arab Modern |
| Subjek: | 800 Sastra, Retorika & Kritik > 808 Rhetoric & koleksi sastra |
| Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Adab > Bahasa dan Sastra Arab |
| User Penyetor: | S.Hum Prihantini Noor Akmalia |
| Tanggal Disetorkan: | 13 Jan 2026 04:07 |
| Perubahan Terakhir: | 13 Jan 2026 04:07 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/18032 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
