Penafsiran Al-Birr dalam Al-Qur’ān (Kajian Al-Wujūh wa Al-Naẓā’ir)

Noval, Ahmad (2025) Penafsiran Al-Birr dalam Al-Qur’ān (Kajian Al-Wujūh wa Al-Naẓā’ir). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
S_IAT_201320067_Cover.pdf

Download (611kB)
[img] Teks
S_IAT_201320067_Lampiran Depan.pdf

Download (1MB)
[img] Teks
S_IAT_201320067_Bab I.pdf

Download (812kB)
[img] Teks
S_IAT_201320067_Bab II.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (884kB)
[img] Teks
S_IAT_201320067_Bab III.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (701kB)
[img] Teks
S_IAT_201320067_Bab IV.pdf
Restricted to Hanya staf repositori

Download (1MB)
[img] Teks
S_IAT_201320067_Bab V.pdf

Download (194kB)
[img] Teks
S_IAT_201320067_Daftar Pustaka.pdf

Download (328kB)

Abstrak

Bahasa Arab dikenal kaya akan kosakata, dengan keindahan bahasa dan struktur yang terbukti dalam Al-Qur'ān. Muqātil ibn Sulaīmān menjelaskan bahwa Al-Wujūh wa Al-Naẓā’ir merujuk pada satu lafal yang memiliki makna berbeda dalam konteks yang berbeda. Beberapa ulama menganggapnya sebagai mukjizat karena satu kata dapat memiliki hingga dua puluh makna. Berdasarkan permasalahan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini ialah: Bagaimana penafsiran al-birr dalam Kajian Al-Wujūh wa Al-Naẓā’ir? Bagaimana Pendapat ulama tentang Kajian Al-Wujūh wa Al-Naẓā’ir? Adapun tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui makna Al-Wujūh wa Al-Naẓā’ir perspektif ulama. Untuk mengetahui penafsiran para ulama tentang al Birr dalam Al-Qur‟ān. Untuk mengetahui perbedaan Al-Wujūh wa Al-Naẓā’ir dengan ilmu ʻUlūm al-Qurʼān yang lainnya. Penelitian ini menggunakan kajian kualitatif dengan jenis studi pustaka, dengan sumber primer berbagai karya ulama Al-Wujūh wa Al Naẓā’ir, dan sumber sekunder berupa buku, jurnal, artikel, serta karya ilmiah yang memiliki korelasi dengan penelitian penulis. Hasil penelitian terhadap lafal al-birr dalam Al-Qur‟ān, terdapat perbedaan pendapat di antara para mufasir mengenai jumlah makna dan penekanan aspek tertentu. Muqātil ibn Sulaīmān, Al-Dāmagānī, Ibn Jauzī, dan Yāsir Muḥammad Mursī Bayyūmī sepakat bahwa al-birr memiliki tiga makna utama, yaitu al-ṣilah (hubungan baik), al-ṭā‘ah (ketaatan), dan al-taqwā (ketakwaan). Namun, Abī Hilāl al-„Askarī menambahkan makna al-ṡawāb (pahala), sehingga menjadikan al-birr memiliki empat makna. Perbedaan ini menunjukkan perluasan pemahaman yang mencakup tidak hanya tindakan baik dan kondisi spiritual, Lebih lanjut, dalam kajian terhadap al-birr dan derivasinya, diketahui bahwa al-birr adalah konsep luas yang mencakup segala bentuk kebaikan, ketaatan, dan kebajikan yang diridhai oleh Allah. Kata al-birr disebutkan sebanyak 32 kali dalam 30 ayat dan 18 surah Al-Qur'an. Beragam makna yang terkandung dalam al-birr yang berhubungan dengan istilah lain seperti khaīr (kebaikan), iḥsān (kesempurnaan), taqwā (ketakwaan), ṭayyibah (kesucian), dan maʻrūf (yang dikenal dan diterima sosial). Masing-masing istilah ini memiliki nuansa berbeda, namun semuanya saling memperkaya pemahaman terhadap al-birr dan menekankan pentingnya perbuatan baik dengan niat yang tulus dan kesadaran akan kehadiran Allah. Hal ini relevan untuk membimbing umat Islam dalam menjalani kehidupan yang bermakna.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Al-Qur'an, al-wujuh wa al-naza'ir, al-birr
Subjek: 2x1 Al Quran dan ilmu yang terkait > 2x1.3 Tafsir Al-Quran
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Ilmu Alquran dan Tafsir
User Penyetor: S.S.I Fadhilah NH
Tanggal Disetorkan: 31 Des 2025 02:05
Perubahan Terakhir: 31 Des 2025 02:05
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17962

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.