Agustin, Syifa (2025) Pernikahan Siri Anak di Bawah Umur Akibat Penolakan Dispensasi Nikah (Studi Kasus Pengadilan Agama Pandeglang). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_HKI_211110104_Cover.pdf Download (255kB) |
|
|
Teks
S_HKI_211110104_Lampiran Depan.pdf Download (697kB) |
|
|
Teks
S_HKI_211110104_Bab I.pdf Download (507kB) |
|
|
Teks
S_HKI_211110104_Bab II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (949kB) |
|
|
Teks
S_HKI_211110104_Bab III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (501kB) |
|
|
Teks
S_HKI_211110104_Bab IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (514kB) |
|
|
Teks
S_HKI_211110104_Bab V.pdf Download (232kB) |
|
|
Teks
S_HKI_211110104_Daftar Pustaka.pdf Download (360kB) |
Abstrak
Praktik pernikahan di bawah umur masih bnayak terjadi di masyarakat meskipun telah terdapat regulasi yang menetapkan batas usia minimal untuk menikah, yaitu 19 tahun sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 16 tahun 2019. Dalam beberapa kasus, ketika permohonan dispensasi nikah ditolak oleh pengadilan karena tidak memenuhi syarat, sebagian orang tua atau pasangan justru memilih jalur nikah siri yang tidak diakui secara hukum negara. Di Kabupaten Pandeglang terdapat pasangan di bawah umur yang mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama kemudian permohonan tersebut ditolak oleh pengadilan, tetapi para pasangan ini tetap melangsungkan pernikahan dengan cara nikah siri karena adanya dukungan dari pihak keluarga. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apa yang melatarbelakangi penolakan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Pandeglang? 2) Apa yang menyebabkan pasangan di Pandeglang m,emutuskan untuk menikah siri? 3) Bagaimana akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya pernikahan siri anak di bawah umur di Kabupaten Pandeglang? Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui penyebab dispensasi nikah tertolak sehinga pernikahan siri di Kabupaten Pandeglang dapat terjadi 2) Memahami alasan pasangan memilih pernikahan siri 3) Mengetahui akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya pernikahan siri anak di bawah umur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris dan pendekatan studi kasus (case study) yang bertujuan untuk mengamati secara intensif latar belakang permasalahan mengenai pernikahan siri anak di bawah umur akibat penolakan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Pandeglang. Adapun sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pasangan yang ditolak dispensasi nikah, orang tuanya serta panitera Hasil penelitian menunjukan bahwa dispensasi nikah dapat dapat ditolak oleh Pengadilan Agama Pandeglang karena kurangnya syarat administrasi serta dokumen pendukung lainnya dan pertimbangan hakim yang menilai tidak ada urgensi dilangsungkannya pernikahan. Pernikahan siri umumnya diambil karena pasangan saling mencintai dan hunungannya sudah lama. Akibat hukum yang timbul dari pernikahan tersebut adalah pernikahan tidak tercatatkan, tidak memiliki kekuatan hukum tetap, anak yang lahir dianggap sebagai anak tidak sah serta tidak memiliki hak waris.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Pernikahan siri, di bawah umur, dispensasi nikah |
| Subjek: | 2x4 Fiqh > 2x4.3 Hukum Perkawinan / Munakahat > 2x4.31 Nikah |
| Divisi: | Fakultas Syari'ah > Hukum Keluarga Islam |
| User Penyetor: | S.S.I Fadhilah NH |
| Tanggal Disetorkan: | 24 Des 2025 02:25 |
| Perubahan Terakhir: | 24 Des 2025 02:25 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17939 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
