Gunawan, Mochamad Syahdan Felix (2025) الكلمات المشيرة في فيلم كفرناحوم لنادين لبكي (مراجعة التداولية تستند إلى منظور ستيفن ج ليفنسون). Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
|
Teks
S_BSA_211360035_Cover.pdf Download (564kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360035_Lampiran Depan.pdf Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360035_BAB I.pdf Download (951kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360035_BAB II.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360035_BAB III.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360035_BAB IV.pdf Restricted to Hanya staf repositori Download (1MB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360035_BAB V.pdf Download (751kB) |
|
|
Teks
S_BSA_211360035_Daftar Pustaka.pdf Download (1MB) |
Abstrak
Film Capharnaüm karya Nadine Labaki menggambarkan realitas sosial yang kompleks melalui tuturan para tokohnya yang kaya akan unsur deiksis. Penggunaan deiksis dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda referensial, tetapi juga merefleksikan identitas tokohnya, hubungan sosial, serta konteks waktu dan ruang. Oleh karena itu, kajian terhadap deiksis dalam film ini penting untuk mengungkap makna ujaran secara pragmatik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaaan, yang bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mengklarifikasikan bentuk, jenis, dan fungsi deiksis dalam film Capharnaüm berdasarkan teori pragmatik dari Stephen C. Levinson. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitik terhadap dialog-dialog tokoh dalam 25 menit pertama berjalannya film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama deiksis, yaitu: deiksis eksoporik, (yang mencakup deiksis persona, sosial, waktu, dan tempat) dan deiksis endoporik, (yakni deiksis wacana). Total ditemukan 78 data deiksis dari 244 tuturan percapannya yang didasarkan pada 17 konteks pragmatis. Deiksis persona terdiri dari 5 data untuk orang pertama, 8 data untuk orang kedua, dan 5 data untuk orang ketiga. Deiksis sosial mencakup 12 data untuk hubungan formal dan 13 data untuk hubungan informal. Deiksis waktu mencakup 6 data untuk masa lampau, 2 data untuk masa sekarang (kini), dan 8 data untuk masa depan. Deiksis tempat terdiri dari 6 data untuk lokasi umum dan 4 data untuk lokasi khusus. Sementara deiksis wacana terdiri dari 6 data untuk penunjukan anaforis (sebelumnya) dan 3 data untuk kataforis (setelahnya). Fungsi deiksis pun beragam: deiksis persona digunakan untuk merujuk pelaku dalam film atau merujuk pada kata ganti tokoh yang dimaksud; deiksis sosial menunjukkan perbedaan status sosial, gelar meninggikan atau merendahkan; deiksis waktu menandai urutan waktu kejadian; deiksis tempat menunjukkan lokasi penutur atau lawan tutur sebagai rujukan untuk tempat yang dekat ataupun jauh; sedangkan deiksis wacana menjaga kohesi dan koherensi antar bagian wacana untuk menerangkan sesuatu hal yang telah dibicarakan atau hal yang akan dibicarakan.
| Tipe Item/Data: | Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1) |
|---|---|
| Kata Kunci (keywords): | Deiksis, Film Capharnaüm, Pragmatik, Stephen C. Levinson. |
| Subjek: | 400 Bahasa > 410 Linguistik |
| Divisi: | Fakultas Ushuluddin dan Adab > Bahasa dan Sastra Arab |
| User Penyetor: | S.Hum Prihantini Noor Akmalia |
| Tanggal Disetorkan: | 20 Nov 2025 08:06 |
| Perubahan Terakhir: | 20 Nov 2025 08:06 |
| URI: | http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/17781 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Item |
