Imah Gede pada Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak

Matin, Matin (2021) Imah Gede pada Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak. Diploma atau S1 thesis, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks
Cover.pdf

Download (25kB)
[img] Teks
Lampiran Depan.pdf

Download (490kB)
[img] Teks
BAB I.pdf

Download (209kB)
[img] Teks
BAB II.pdf

Download (276kB)
[img] Teks
BAB III.pdf

Download (272kB)
[img] Teks
BAB IV.pdf

Download (285kB)
[img] Teks
BAB V.pdf

Download (15kB)
[img] Teks
Daftar Pustaka.pdf

Download (177kB)

Abstrak

Sebagai masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, ras, agama serta adat istiadat, maka kita perlu melestarikan itu semua dengan cara melakukan penelitian tekstual. Pada kesempatan kali ini penulis melakukan penelitian tekstual terhadap masyarakat adat kasepuhan Citorek yang memiliki kebudayaan tinggi berupa bangunan yang disebut dengan rumah adat (imah gede). Imah gede merupakan sebuah rumah yang berfungsi sebagai tempat pertemuan masyarakat adat, pertemuan kepala adat, tempat untuk berkeluh kesahnya masyarakat terhadap pimpinan adat, sebagai tempat kediaman kepala adat, juga tempat para renangan (orang yang dituakan dalam keluarga) untuk berkumpul bermusyawarah, membicarakan kegiatan bercocok tanam, seren taun dan lain sebagainya. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan : (1). Bagaimana Kondisi Objektif Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak ? (2). Bagaimana Deskripsi Imah Gede pada Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak ? (3).Bagaimana Konsep, Simbol dan Mitos Imah Gede pada Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak ? Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Untuk Mengetahui Kondisi Objektif Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak. (2). Untuk Mengetahui Deskripsi Imah Gede pada Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak. (3). Untuk Mengetahui Konsep, Simbol dan Mitologi Imah Gede pada Masyarakat Adat Kasepuhan Citorek Kabupaten Lebak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa masyarakat adat kasepuhan Citorek merupakan masyarakat adat sub-etnis sunda yang berada di Kabupaten Lebak dan dalam kesehariannya mengacu pada karakteristik sunda pada abad ke-18 yaitu model kedekat terhadap lingkungan alam dan lingkungan bangun (Imah Gede). Imah gede yang dipandang oleh masyarakat adat sebagai tempat yang sakral dan memiliki nilai-nilai kebudayaan yang sangat tinggi di dalamnya, sehingga seluruh kegiatan yang terdapat pada imah gede harus menggunakan acara ritual sebagai bentuk warisan kebudayaan, selain itu setiap warga diwajibkan untuk mengikuti acara tersebut sesuai dengan tugasnya masing-masing. Dengan begitu imah gede dijadikan sebagai simbol untuk pusat persatuan masyarakat adat yang tersebar di penjuru daerah yang ada di Kabupaten Lebak, Bogor dan Sukabumi.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Informasi Tambahan: Pembimbing I: Drs. H.S. Suhaedi, M.Si. Pembimbing II: Drs. H.S. Suhaedi, M.Si.
Subjek: 2x6 Sosial dan budaya > 2x6.1 Masyarakat Islam
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Sejarah Dan Kebudayaan Islam
User Penyetor: S.IPI Tsulatsiah Andi
Tanggal Disetorkan: 22 Apr 2022 02:08
Perubahan Terakhir: 22 Apr 2022 02:08
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/8526

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.