Akulturasi Islam Dalam Ruwat Bumi Di Masyarakat Kepuren Banten

Ayubi, Ahmad (2021) Akulturasi Islam Dalam Ruwat Bumi Di Masyarakat Kepuren Banten. Diploma atau S1 thesis, UIN SMH BANTEN.

[img] Teks (COVER)
1.COVER.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (73kB)
[img] Teks (ABSTRAK)
ABSTRAK1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (6kB)
[img] Teks (BAB I)
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (313kB)
[img] Teks (BAB II)
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (279kB)
[img] Teks (BAB III)
BAB III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (272kB)
[img] Teks (BAB IV)
BAB IV.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (265kB)
[img] Teks (BAB V)
BAB V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (91kB)
[img] Teks (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (77kB)

Abstrak

Nama: Ahmad Ayubi Nim 143500414, Judul Skripsi: Akulturasi Islam Dalam Ruwat Bumi Di Masyarakat Kepuren Banten Skripsi ini membahas tentang akulturasi Islam dalam ruwat bumi di masyarakat Kepuren Banten. Tradisi ruwat bumi merupakan warisan nenek moyang yang dalam kepercayaannya masih primitive artinya masih mengenal dewa-dewa penjaga alam dan pengatur alam. Dalam perkembangannya tradisi ruwat bumi berakulturasi dengan kepercayaan (agama) Hindu, Budha dan Islam yang berkembang di Banten dan di masyarakat Kepuren khususnya. Dalam skripsi ini penulis hanya berfokus dalam akulturasi yang disebabkan oleh budaya Islam karena di masyarakat Kepuren semua beragama Islam. Silang budaya tersebut merupakan singkretisme kebudayaan. Berdasarkan latar belakang diatas, perumusan masalah adalah sebagai berikut: (1). Bagaimana Pertumbuhan dan Perkembangan Ruwat Bumi di Banten ? (2). Bagaimana Fungsi dan Makna Ruwat Bumi Bagi Masyarakat Kepuren Banten? (3). Bagaimana Akulturasi Islam dan Budaya Lokal Dalam Ruwat Bumi di Kepuren Banten?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk terwujudnya deskripsi yang dapat menjelaskan mengenai (1). Bagaimana Pertumbuhan dan Perkembangan Ruwat Bumi di Banten (2). Bagaimana Fungsi dan Makna Ruwat Bumi Bagi Masyarakat Kepuren Banten (3). Bagaimana Akulturasi Islam dan Budaya Lokal Dalam Ruwat Bumi di Kepuren Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi dengan tahapan penelitian: Heuristik (pengumpulan sumber) Verifikasi (Kritik), Interpretasi (Penafsiran) dan Historiografi (Penulisan). Berdasarkan penelitian, proses akulturasi Islam dengan budaya local masyarakat Kepuren Banten dalam ruwat bumi merupakan pencampuran dua budaya melalui interaksi yang cukup panjang sehingga dalam interaksi tersebut melahirkan silang budaya tapi tanpa melepas budaya aslinya. Pencampuran budaya Islam di Banten salah satunya karena Banten pernah membentuk Kerajaan Islam yang di pimpin oleh Sultan Maulana Hasanuddin yang secara tidak langsung mempengaruhi budaya local Banten sebelum Islam. Budaya dan tradisi sudah barang tentu berakulturasi tetapi tidak menghilangkan budaya local Banten praislam.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): DAFTAR PUSTAKA Afif M. Mitologi Tempat Keramat. Serang: LP2M IAIN SMH Banten, 2014. Bekker J.W.M. Filsafat Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius, 1990. Darmawan, Dais dkk Penetapan Warisan Tak Benda Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. Dillistone. The Power Of Symbols “Daya Kekuatan Simbol. Yogyakarta: Kanisius 2002. Endraswara, Suwardi. Agama Jawa. Yogyakarta: Narasai-Lembu Jawa 2015. E. D. Relin. Aktualisasi Ruwatan Pada Masyarakat Jawa (Kajian Filosofis). Denpasar: Ashram Gandhi Puri, 2015. Harsojo. Pengantar Antropologi. Bandung: Binacipta, 1984. Humaeni, Ayatuallah. Akulturasi Islam dan Budaya Lokal Dalam Magi Banten. Serang: Bantenologi, 2017. _______. Interaksi Islam dan Budaya Lokal Dalam Ritus Ruwatan Masyarkat Banten . Serang: LP2M IAIN SMH BANTEN, 2017. Jung, Carl, G. Manusia Dan Simbol-Simbol (Simbolisme Dalam Agama, Mimpi dan Mitos). Yogyakarta: BASABASI, 2018 Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009. ________. Ritus Peralihan Di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1993. ________. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka, 1984. Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia, 2004. Kistanti, Ratna Ayu. Fungsi dan Nilai Spiritual Tari Dalam Upacara Benta-Benti Di Desa Slandong , Kec. Larangan Kab. Brebes. Semarang: Universitas Negeri Semarang, 2013. L. Palas, Daniel. Seven Theories of Religi0n. Yogyakarta: IRCiSo, 2012. Mulder, J.A. Niles. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1973. Menzies Allan. Sejarah Agama Agama (Studi Sejarah, Karakteristik dan Praktik Agama-agama Besar di Dunia). Yogyakarta: Grup Relasi Inti Media, 2014. Miftahudin, Azka. Penanaman Nilai Syukur Dalam Tradisi Sedekah Bumi Di Dusun Kalitanjung Desa Tambaknegara Rawalo Banyumas. IAIN Purwokerto: Jurusan Pindidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, 2016. Pamungkas, Ragil. Tradisi Ruwatan “Misteri di balik ruwatan” . Yogyakarta: Narasi, 2008. Poerwanto, Hari. Kebudayaan dan Lingkungan Dalam Persepktif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010. Qodir, Zuly. Sosiologi Agama (Esai-esai Agama Di Ruang Publik). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011. Rahmawati, Fira. Makna Tradisi Ruwat Agung Nusantara Majapahit Dalam Komunikasi Budaya Di Desa Trowulan Mojokerto. Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2018. Spradley, James. Metode Etnografi 2nd ed., terj. Misbah Zulfa Elizabeth. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2007. Sunyoto, Agus. Atlas Wali Songo. Depok: Pustaka IIMaN dan LESBUMI PBNU, 2016. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1997. Wazin, dkk. Masyarakat Adat Citorek Lebak Banten. Serang: LP2M IAIN SMH Banten, 2016. ARTIKEL DAN JURNAL Aziz Donny Khoirul, Akulturasi Islam Dan Budaya Jawa, Fikrah, Vol. I, No. 2 Juli Desember 2013. Abadi Ilham dan Soebijantoro, Upacara Adat Ruwatan Bumi Di Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun ( Latar Sejarah, Nilai-Nilai Filosofis, Dan Potensinya Sebagai SumberPembelajaran Sejarah Lokal), Jurnal Agastya Vol 6 No 1 Januari, 2016. Darmoko, “Ruwatan: Upacara Pembebasan Malapetaka. Tinjauan Sosiokultural Masyarakat Jawa”, dalam Jurnal Makara, Sosial Humaniora, Vol. 6, No. 1, Juni, 2002. Khakhim, F, Bab II Akulturasi Budaya Jawa dan Islam, PDFeprints.walisongo.ac.id. diunduh tanggal 18 Des 2019. Khoirul, Donny, Aziz. Akulturasi Islam Dan Budaya Jawa dalam jurnal Fikrah, Vol. I, No. 2. Juli Desember 2013. Reksosusilo, S. Ruwatan Dalam Budaya Jawa, Studia Philosophica et Theologica, Vol. 6 No. 1, .Maret 2006. Syarifah, Eva. Upacara Hajat Bumi Dalam Tradisi Ngamumule Pare Pada Masyarakat Banten Selatan (Studi di Kecamatan Sobang dan Panimbang), Vol. 15 No. 2, Tsaqôfah; Jurnal Agama dan Budaya. Juli-Desember 2017. Suwardi. Mistisme Dalam Seni Spiritual Bersih Desa Di Kalangan Pengkhayat Kepercayaan, dalam jurnal Kebudayaan Jawa, Vol. 1 No. 2. Agustus 2006. Widiarti, Ruly Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, Poniman. Tradisi Sedekah Bumi Di Candi Hindu Rambut Monte Desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, Jurnal Penelitian Agama Hindu Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, Vol 2 No 1. 01 Mei 2018. WAWANCARA; Wawancara dengan Bapak Sumantri selaku pimpinan penjak silat, umur 50, Desa Kepuren, (08. Oktober. 2017) Di Kepuren. Wawancara dengan Bapak Kasim selaku Kasepuhan, umur 56 tahun, desa Kepuren, 08. (Oktober. 2017) Di Kepuren. Wawancara dengan Bapak Ketib selaku wakil Kasepuhan, umur 60, Desa Kepuren, 08 Oktober. 2017. Di Kepuren. Wawancara dengan Bapak Markim selaku ketua RT Kp. Kepuren. Umur 55, Desa Kepuren, 08. Oktober. 2017. Di Kepuren. Wawancara dengan Bapak Edi selaku Staf Desa Kepuren, Umur 50, Desa Kepuren, 08. Oktober. 2017. Di Kepuren. Wawancara dengan Ibu Tuti seorang IRT, Umur 45 tahun, Desa Kepuren), 10. Oktober. 2017. Di Kepuren. Wawancara dengan Ibu Humrerah Ibu Rumah Tangga, (umur 61, Desa Kepuren), 08. Oktober. 2017. Di Kepuren.
Subjek: 2x9 Sejarah Islam dan Modernisasi
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Sejarah Dan Kebudayaan Islam
User Penyetor: M.Pd artina Subhan
Tanggal Disetorkan: 18 Nov 2021 07:27
Perubahan Terakhir: 18 Nov 2021 07:27
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/7544

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.