RITUAL TOLAK BALA: PRIBUMISASI ISLAM DI BANTEN

Fauziyah, Siti and Wardah, Eva Syarifah and Nursida, Ida RITUAL TOLAK BALA: PRIBUMISASI ISLAM DI BANTEN. LP2M.

[img] Teks (FULL BOOK)
Buku Bu Fauziyah dkk ber ISBN 2020-1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (6MB)

Abstrak

Pribumisasi Islam sebagai proses sejarah berkembang sejak masa awal islamisasi hingga sekarang dan mungkin terus terjadi. Pribumisasi terjadi dimanamana bukan hanya di Indonesia. Pribumisasi Islam menjadikan Islam tidak hanya sebagai doktrin keagamaan tetapi juga menjadi tradisi bagi masyarakat muslim dalam mereka membangun peradaban, sehingga muncullah Islam Nusantara. Pribumisasi Islam sebagaimana yang dikatakan Gus Dur bukanlah sinkretisme. Karena tidak ada peleburan agama Islam dengan agama lokal atau praIslam, yang ada adalah penyesuaian Islam dengan budaya lokal yang tidak bertentangan doktrin keagamaan Islam, yang ada adalah proses reproduksi budaya yang menjadikan Islam sebagai norma dalam pembentukan budaya baru yang terlepas dari keyakinan dan kepercayaan agama pra-Islam. Munculnya radikalisme yang berpikir hitam putih dalam beragama menjadikan Islam identik dengan Arab sehingga muncullah wacana arabisasi, yang berupaya mengarahkan umat Islam di luar Arab untuk berbudaya Arab, padahal tidak semua orang Arab beragama Islam dan tidak semua muslim orang Arab. Pribumisasi Islam bukanlah anti Arab karena budaya Arab juga telah berkontribusi dalam pembentukan budaya Islam. Tetapi pribumisasi Islam berupaya menciptakan keselarasan dengan budaya lokal sehingga Islam tidak menjadi sesuatu yang asing bagi orang di luar Arab. Buku ini dengan berupaya menjelaskan proses panjang pribumisasi Islam di Banten melalui ritual tolak bala yang biasa dilakukan oleh masyarakat muslim Banten. Ritual-ritual selamatan atau riungan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Banten pada hakekatnya adalah upaya tolak bala mencegah bencana dan malapetaka yang senatiasa mengancam mereka setiap saat. Orang Banten menyadari bahwasannya mereka tinggal di daerah dengan ancaman 1001 bencana yang mengintai dari berbagai penjuru. Pada zaman modern, sejumlah besar peneliti menggunakan kata kebudayaan pada segala hal yang berkaitan dengan kemajuan dan peningkatan manusia dalam berbagai bidang. Menurut Will Durrant, kebudayaan adalah sistem sosial yang menopang manusia dalam meningkatkan produk intelektualnya. Apabila sebagian peneliti Barat cenderung mempergunakan katakata culture dan civilization dengan pengertian yang sama, maka dalam bahasa Arab para peneliti sering menggunakan kata al-hadharah dan al-tsaqafah sebagai terjemahan dari kata Inggris culture. Ahli ilmu sosial ada yang cenderung berpendapat bahwa al-tsaqafah merujuk pada aspek ide, sedangkan kata al-hadharah merujuk pada aspek material. Sementara yang lain ada yang berpendapat bahwa kata al-hadharah lebih tepat sebagai terjemahan dari kata Inggris civilization, sedangkan kata al-tsaqafah sebagai terjemahan dari kata Inggris culture. Persoalan selanjutnya muncul apakah kata Islam bisa menjadi ajektif dari kata kebudayaan: apakah ia benar merupakan kebudayaan Islam? Ataukah ia dalam kenyatannya adalah kebudayaan Arab? Peran politik dan kultural bangsa Arab dalam membangun kebudayaan Islam memang tidak bisa dipungkiri pada zaman pertengahan. Namun ekspansi Islam ke luar wilayah Arab menjadikan Islam berinteraksi dengan budaya di luar Arab sehingga masuklah unsur Persia, India, Turki, Eropa, Afrika,dan lain-lain dalam kebudayaan Islam meskipun unsur Arab tetap dominan.

Tipe Item/Data: Buku
Informasi Tambahan: Penulis adalah dosen jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin adab Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi No. HP AN. Eva Syarifah Wardah 08179101622
Subjek: 2x9 Sejarah Islam dan Modernisasi
300 Ilmu Sosial, Sosiologi & Antropologi > 306 Budaya & lembaga
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Sejarah Dan Kebudayaan Islam
User Penyetor: Ainun Najah
Tanggal Disetorkan: 03 Feb 2021 08:39
Perubahan Terakhir: 03 Feb 2021 08:39
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/5973

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.