Konseling Individual Terhadap Karyawan yang Mengalami Post-Power Syndrome Akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (Studi Kasus di Perusahaan Krakatau Steel Kota Cilegon)

Firdayanti, Nia (2020) Konseling Individual Terhadap Karyawan yang Mengalami Post-Power Syndrome Akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (Studi Kasus di Perusahaan Krakatau Steel Kota Cilegon). Diploma atau S1 thesis, UIN SMH BANTEN.

[img] Teks
1. COVER.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (92kB)
[img] Teks
2. LAMPIRAN DEPAN.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (366kB)
[img] Teks
BAB I Nia.pdf

Download (394kB)
[img] Teks
BAB II Nia.pdf
Restricted to Hanya user terdaftar
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (1MB)
[img] Teks
BAB III Nia.pdf
Restricted to Hanya user terdaftar
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (243kB)
[img] Teks
BAB IV Nia.pdf
Restricted to Hanya user terdaftar
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (416kB)
[img] Teks
BAB V Nia.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (97kB)
[img] Teks
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (177kB)

Abstrak

Nama: Nia Firdayanti, NIM: 161340038, Judul Skripsi: Konseling Individual Terhadap Karyawan yang Mengalami Post-Power Syndrome Akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (Studi Kasus di Perusahaan Krakatau Steel Kota Cilegon). Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten 2020. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan suatu hal yang merupakan kegiatan yang sangat ditakuti oleh pekerja/buruh yang masih aktif bekerja. Bagi para karyawan atau pekerja masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan masalah yang kompleks, karena mempunyai hubungan dengan masalah ekonomi maupun psikologi dirinya. Masalah ekonomi karena PHK akan menyebabkan hilangnya pendapatan, sedangkan masalah psikologi yang berkaitan dengan hilangnya status seseorang, menimbulkan kekhawatiran dan cemas setelah mengalami masa PHK. Dalam skala yang lebih luas, dapat merambat kedalam masalah pengangguran dan kriminalitas. Berdasarkan latar belakang, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana kondisi psikologis individu yang mengalami post-power syndrome akibat pemutusan hubungan kerja? 2) Bagaimana konseling individual diterapkan dalam menangani individu yang mengalami post-power syndrome akibat pemutusan hubungan kerja? 3) Bagaimana hasil penerapan konseling individual dalam menangani individu yang mengalami post-power syndrome akibat pemutusan hubungan kerja? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui kondisi psikologis individu yang mengalami post-power syndrome akibat pemutusan hubungan kerja, 2) Untuk menjelaskan penerapan konseling individual dalam menangani individu yang mengalami post-power syndrome akibat pemutusan hubungan kerja, 3) Untuk mengetahui hasil penerapan konseling individual dalam menangani individu yang mengalami post-power syndrome akibat pemutusan hubungan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif tindakan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumen, dan analisis data. Responden yang diteliti yaitu lima responden dengan waktu dan tempat dari bulan September 2019 sampai Februari 2020 di Perusahaan Krakatau Steel Kota Cilegon. Kesimpulan penelitian ini adalah pertama, kondisi psikologis individu yang mengalami post-power syndrome akibat pemutusan hubungan kerja di Kota Cilegon. Kondisi psikologis yang mereka alami seperti merasa putus asa, jenuh, cemas, stres, dan malu. Merasa cemas merupakan kondisi psikolgis yang unggul yang dialami oleh individu karena setelah pemutusan hubungan kerja mereka belum mempersiapkan kehidupan paska bekerja akan seperti apa dan bagaimana. Kedua, peneliti menggunakan penerapan teknik konseling individual pada responden. Tahap awal, tahap pertengahan dan tahap akhir. Adapun ragam teknik yang digunakan yaitu attending, empati, refleksi, eksplorasi, pertanyaan terbuka, dorongan minimal, interprestasi, mengarahkan fokus, diam, mengambil inisiatif, memberi nasihat, merencanakan dan menyimpulkan. Ketiga, hasil penerapan teknik konseling individual terhadap lima responden yaitu, mereka terbuka dan merasa lega atas post-power syndrome yang mereka alami karena telah diutarakan dan merasa ada yang telah menerima dirinya dengan siap mendengarkannya. Mereka sudah dapat memahami dan menerima keadaan diri yang positif, penurunan post-power syndrome, memiliki tujuan dan perencanaan hidup yang jelas serta peran keluarga yang positif dalam proses kemajuan pengembangan diri responden.

Tipe Item/Data: Skripsi/Tesis/Disertasi (Diploma atau S1)
Kata Kunci (keywords): Konseling Individual, Post-Power Syndrome, Pemutusan Hubungan Kerja
Subjek: 100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 152 Persepsi, gerakan, emosi & drive
100 Filsafat & Psikologi > 150 Psikologi > 153 Mental proses & kecerdasan
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Bimbingan Dan Konseling Islam
User Penyetor: M.Pd artina Subhan
Tanggal Disetorkan: 09 Nov 2020 08:31
Perubahan Terakhir: 09 Nov 2020 08:31
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/5786

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.