Paradigma Baru Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam

Pribadi, Yanwar Paradigma Baru Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Serang-Banten.

[img] Teks
Paradigma Baru Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam.pdf
Restricted to Hanya user terdaftar

Download (10MB) | Permohonan Copy File

Abstrak

Tulisan ini difokuskan pada sejarah perkembangan pemikiran Islam di dunia Muslim. Islam bagi para pemikir Muslim, selain sebagai sebuah agama yang diturunkan oleh Allah, juga sering dianggap sebagai sebuah varian tertentu dari spektrum besar pengalaman umat manusia di dunia. Dalam istilah Arab yang baku, Islam mengindikasikan sebuah sikap dan tindakan relijius, yaitu ‘berserah diri’. Dalam perkembangan selanjutnya, Islam menjadi sebuah agama yang disebarkan Nabi Muhammad kepada bangsa Arab yang kemudian juga akhirnya berlaku juga untuk seluruh umat manusia di dunia. Namun, di tataran dunia akademik dan tentu saja dalam penggunaannya di masyarakat luas, Islam juga berarti peradaban di mana Islam adalah agama yang dominan, atau juga Islam adalah komunitas di mana Islam dijadikan pedoman hidup oleh komunitas tersebut. Hal tersebut merefleksikan makna spiritual Islam sebagai agama monoteis yang tepat untuk umat manusia sejak masa Nabi Adam. Sekalipun dalam praktiknya Islam kadang diabaikan atau disalahgunakan melalui praktik-praktik syirik, para nabi dan rasul selalu muncul untuk menyebarkan Islam. Penerimaan Islam oleh masyarakat Muslim, oleh karena itu, adalah prasyarat untuk kebahagiaan yang abadi bagi mereka. Ilmu-ilmu sosial telah memberikan dorongan yang sangat kuat kepada studi-studi Islam dengan memfokuskan kepada realita empirik masyarakat Muslim. Setelah laporan-laporan perjalanan para penjelajah—dibuat berdasarkan ekspedisi-ekspedisi yang disusun untuk mengeksplorasi daerah-daerah Islam yang tidak dikenal sebelumnya—muncul dan beredar di Eropa, penelitian lapangan yang sesungguhnya dalam konteks politik saat itu dimulai pada abad ke-19 ketika Snouck Hurgronje dengan relatif akurat mendeskripsikan Mekah pada tahun 1884-1885 dan juga Aceh pada akhir abad yang sama. Peneliti-peneliti Prancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Rusia melakukan hal yang sama di daerah-daerah koloni mereka. Sesudah Perang Dunia I, penelitian antropologi menjadi lebih berimbang, dan terlebih lagi setelah Perang Dunia II. Penelitian-penelitian yang dilakukan berkembang tidak hanya pada tataran empirik, namun juga pada tataran teoretik.

Tipe Item/Data: Buku
Informasi Tambahan: Penulis Dr. Yanwar Pribad Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Kata Kunci (keywords): Pemikiran Islam, Sejarah, Ilmu sosial, Dunia Muslim
Subjek: 2x7 Filsafat dan perkembangannya
2x7 Filsafat dan perkembangannya > 2x7.4 Pemurnian dan pemaharuan pemikiran > 2x7.42 Pembaharuan pemikiran dalam Islam
User Penyetor: S.IPI Tsulatsiah Andi
Tanggal Disetorkan: 26 Aug 2020 06:49
Perubahan Terakhir: 26 Aug 2020 06:49
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/5457

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.