WANITA HAID DALAM KITAB SUCI AGAMA (Taurat, Injil, dan Al-Qur’an)

Mansur, Syafi'in WANITA HAID DALAM KITAB SUCI AGAMA (Taurat, Injil, dan Al-Qur’an). Lainnya. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

[img] Teks (LAMPIRAN DEPAN)
WANITA HAID VI.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (217kB)
[img] Teks (BAB I)
WANITA HAID BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (125kB)
[img] Teks (BAB II)
WANITA HAID II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (235kB)
[img] Teks (BAB III)
WANITA HAID III.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (230kB)
[img] Teks (BAB IV)
WANITA HAID IV.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (358kB)
[img] Teks (BAB V)
WANITA HAID V.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.

Download (213kB)

Abstrak

Sejarah telah mentatat bahwa wanita pertama di surga dan di dunia adalah Ibu Hawa. Dengan Ibu Hawalah, Nabi Adam berada di dunia karena bersama-sama memakan buah khuldi yang dilarang Tuhan untuk memakanannya. Dari Ibu Hawa lahir manusia yang baik dan yang jahat, baik laki-laki mapun wanita. Ibu Hawa sebagai wanita yang pertama haid dan melahirkan sampai kepada anak cucunya. Berarti wanita haid bukan kutukan melainkan kurdat dari Tuhan yang harus diterima sebagai amanah dan rahmat dari Tuhan kepada wanita. Oleh karena itu, bagaimana Kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur’an tentang wanita haid, serta bagaimana sikap dan kerasionalan ketiga Kitab tersebut dalam memandang wanita yang sedang haid? Atas dasar itu, maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarakan Kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur’an, serta sikap dan kerasionalannya dalam memandang wanita yang sedang haid. Dengan menggunakan pendekatan atau metode normatif teologis penelitian ini, karena yang dikaji adalah doktrin Kitab Suci tersebut mengenai wanita yang sedang haid. Maka hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa semua Kitab Suci tersebut membicarakan tentang wanita. Walaupun Kitab Injil yang diimani oleh kaum Kristen tidak membicarakan tentang wanita haid, berarti umat Kristen mengganggag bahwa semua wanita haid adalah suci secara mutlak dan tidak ada persoalan dalam kehidupan keagamaannya. Berbeda dengan Kitab Taurat dan Al-Qur’an tentang wanita haid karena kedua Kitab Suci tersebut membicarakan secara jelas tentang aturannya. Kitab Taurat yang diimani oleh kaum Yahudi beranggapan bahwa wanita haid adalah najis secara mutlak sehingga dia harus dijauhi dan tidak boleh disentuh karena yang menyentuh menjadi najis sampai terbenamnya matahari. Wanita haid najis selama dua minggu dan tidak boleh beraktifitas bahkan makanan dan minumannya pun menjadi najis, tempat tidur dan tempat duduknya menjadi najis.Bahkan para rahib Yahudi yang istri dan anaknya yang sedang haid, maka dia tidak boleh memberikan nasehat dan doa. Jadi Al-Qur’an tidak seekstrim Yahudi, dan tidak sebebas Kristen, melainkan wanita haid dalam Islam tidak najis melainkan tidak suci karena wanita mengeluarkan darah kotor yang keluar dari rahimnya, maka wanita haid boleh beraktifitas, boleh dimakan makanannya, dan boleh dipergauli atau tidur bersama dengan keluarganya, tetapi dilarang untuk melakukan seksual, mengerjakan shalat, puasa, thawaf, membaca Al-Qur’an, berada di masjid, dan menceraikannya. Dengan dasar demikian, maka Kitab Suci Al-Qur’an yang diimani oleh kaum Muslim, yang betul-betul rasional dan memperhatikan kesehatan serta menjaga kehormanisan wanita yang sedang haid.

Tipe Item/Data: Monografi (Lainnya)
Informasi Tambahan: Dosen Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam UIN SMH Banten
Kata Kunci (keywords): Wanita Haid; Kitab Suci Agama
Subjek: 2x1 Al Quran dan ilmu yang terkait > 2x1.1 Ilmu-ilmu Al-Quran
Divisi: Fakultas Ushuluddin dan Adab > Filsafat Agama
User Penyetor: Ainun Najah
Tanggal Disetorkan: 17 Feb 2020 09:05
Perubahan Terakhir: 17 Feb 2020 09:05
URI: http://repository.uinbanten.ac.id/id/eprint/5088

Actions (login required)

Lihat Item Lihat Item

      is powered by EPrints 3 which is developed by the Islamic Institutional Repository UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. More information and software credits.